HUT RI #81

Dosen Unsoed Dampingi Remaja MA Al Ikhsan Beji Pahami Batas Fiksi dan Realita Lewat Karya Sastra

Oleh MA Al Ikhsan Beji
SHARE

Beji, — Sejumlah dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Memahami Batas antara Fiksi dan Realita: Pendampingan Remaja Membaca Karya Sastra untuk Menjaga Kesehatan Mental" di Madrasah Aliyah (MA) Al Ikhsan Beji, Kabupaten Banyumas. Jumat (28/08)

Kegiatan ini digagas oleh tim pengabdi dari Unsoed yang beranggotakan tiga dosen, yaitu:

  • Dr. Wiekandini Dyah Pandanwangi, S.S., M.Hum.
  • Dr. Memet Sudaryanto, S.Pd., M.Pd.
  • Dr. Farida Nuryantiningsih, S.S., M.Hum.

Melalui program ini, tim dosen berupaya mengajak para siswa untuk lebih kritis dalam memaknai karya sastra, sekaligus memahami batas antara dunia fiksi dan realita sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan mental remaja di tengah derasnya arus informasi dan hiburan saat ini.

Kegiatan yang diikuti oleh sebagian murid MA Al Ikhsan Beji ini berlangsung lancar dari awal hingga akhir. Para siswa terpantau sangat antusias mengikuti setiap sesi pendampingan, aktif berdiskusi, dan menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan oleh tim pengabdi.

Kepala MA Al Ikhsan Beji, Aniqotul Milla Zakiyyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kehadiran tim dosen dari Unsoed di sekolah kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, khususnya dalam melatih kemampuan mereka membaca dan memaknai karya sastra secara lebih bijak, sekaligus memahami mana yang fiksi dan mana yang realita. Di era digital seperti sekarang, kemampuan ini penting untuk menjaga kesehatan mental para remaja. Semoga kerja sama antara MA Al Ikhsan Beji dengan Unsoed dapat terus berlanjut di masa mendatang," ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi para siswa MA Al Ikhsan Beji untuk lebih cerdas dan bijak dalam mengonsumsi karya sastra maupun konten fiksi lainnya, serta menjadi salah satu upaya preventif dalam menjaga kesehatan mental generasi muda.