HUT RI #81

Empat Penyuluh KUA Pekuncen Aktif dalam Pertemuan IPARI, Perkuat Edukasi Kesehatan Masyarakat

Oleh KUA pekuncen
SHARE

Purwokerto – Empat Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pekuncen, Sriyanto, Miftakhul Faozi, Rohmat, dan Fadlilatun Ni’mah, menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan peran penyuluh dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Keempatnya menghadiri pertemuan rutin Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang digelar di Klenteng Hok Tek Bio Pasar Wage, Purwokerto. Selasa (08/09).

Keikutsertaan para Penyuluh Agama Islam KUA Pekuncen dalam agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, memperkuat silaturahmi, sekaligus membangun sinergi dengan penyuluh agama dari berbagai latar belakang keagamaan.

Pertemuan rutin IPARI kali ini memiliki agenda khusus berupa sosialisasi pencegahan HIV. Materi edukasi disampaikan oleh Yuliana Sari dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Dalam penyampaiannya, Yuliana menekankan pentingnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai HIV, termasuk bahaya, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahannya. Para penyuluh agama diharapkan dapat ikut mengambil peran dalam menyampaikan edukasi tersebut kepada masyarakat binaannya.

Bagi Penyuluh Agama Islam KUA Pekuncen, materi tersebut menjadi tambahan wawasan yang penting dalam menjalankan tugas penyuluhan. Peran penyuluh saat ini tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga dituntut mampu merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Sriyanto, Miftakhul Faozi, Rohmat, dan Fadlilatun Ni’mah selama ini aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan masyarakat. Melalui forum IPARI, keempat penyuluh tersebut mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman serta memperkuat jejaring dengan penyuluh lintas agama.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua KPA Kabupaten Banyumas, Suwondo, yang memberikan sambutan dan arahan. Ia mengapresiasi sinergi antara KPA dan IPARI dalam mendukung upaya pencegahan HIV di Kabupaten Banyumas.

Sinergi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran penyuluh sebagai ujung tombak edukasi masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun kesehatan. Dengan kedekatan penyuluh bersama masyarakat binaannya, informasi yang edukatif dan benar diharapkan dapat diteruskan secara lebih luas.

Keikutsertaan empat Penyuluh Agama Islam KUA Pekuncen dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa penyuluh hadir tidak hanya untuk membina kehidupan keagamaan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sehat, harmonis, dan peduli terhadap berbagai persoalan sosial.