Forum Guru P3K Kankemenag Banyumas Adakan Silaturahmi Dan Pembinaan

Oleh Humas
SHARE

Purwokerto (Humas) - Bertempat di aula al ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Forum Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) mengadakan kegiatan bertajuk Silaturahmi Dan Pembinaan Guru P3K. Rabu, (27/3).

Hadir pada acara ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin, Kasubag TU Muhammad Wahyu Fauzi Aziz, Kasi Pendidikan Madrasah Edi Sungkowo, Analis Kepegawaian Nur Hayati, Bagian Keuangan Ari Setiawan, Charis Munandar Pengurus Koperasi Barokatirrohim, dan Guru P3K.

Ketua Forum Guru Muhammad Nur Rofiq mengatakan, "Forum ini kami bentuk pada tanggal 6 Maret 2024 yang lalu. Latar belakang berdirinya forum ini adalah selama ini ketika ada persoalan di instansinya masing-masing, kami maju sendiri. Maka, ketika ada permasalahan yang sama, kami membentuk wadah ini untuk memfasilitasi segala permasalahan yang timbul untuk disampaikan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas,"

"Gagasan ini muncul, karena Guru P3K di Kabupaten Banyumas di Kementerian Agama baru ada di tahun 2023. Kami berusaha menjadi jembatan dalam berkomunikasi dengan para pimpinan di Kemenag. Kita harus memiliki semangat seperti semangatnya para pimpinan yang terus bergerak tanpa lelah. Kegiatan ini akan kami adakan secara rutin, baik per 3 bulan maupun per 6 bulan sekali. Program kita selanjutnya, adalah akan aktif di media sosial,” ujar Rofiq.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin dalam pembinaannya kepada para guru P3K menyampaikan, “Ini merupakan terobosan baru P3K yang ada di Kabupaten Banyumas. Gusmen adalah orang yang memiliki background luar biasa. Termasuk terobosan yang dilakukan olehnya. Termasuk P3K tahap 1, tahap 2, dan tahap 3. Ada pula optimalisasi dan juga pengangkatan inpassing sebanyak 645 yang menggunakan dasar Permendikbud.”

“Bahwa ketika kita sudah berada di zona nyaman, maka tantangan itu berkurang. Tapi, ketika kita bangkit dari zona nyaman, maka tantangan baru akan bertambah. Itu artinya, harus berani menghadapi tantangan baru agar bapak ibu guru sekalian semakin berkembang. Negara memberikan anggaran kepada satker adalah untuk memberikan pendidikan agar siswa menjadi pintar menguasai kompetensi yang ada serta menjunjang prestasinya. Menjadi guru jangan hanya mengajar saja, tetapi harus bisa mengantarkan anak didiknya ke Perguruan Tinggi favorit.”

“Ketika bapak ibu guru memberikan nilai bagus, maka anak didik kita akan dengan mudah diterima di Perguruan Tinggi favorit. Guru P3K jangan ragu memberikan nilai bagus, walaupun pada kenyataannya anak itu kurang pintar. Tetapi itu harus di treatment kasih tugas tambahan sehingga bisa menunjang nilainya. Saya yakin akan lahir generasi baru guru-guru hebat dari P3K,” pungkas Ibnu. (jul)