GTK MTs Negeri 3 Banyumas Ikuti Zoom Meeting Sosialisasi Insersi Perkoperasian dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 3 Banyumas mengikuti kegiatan zoom meeting sosialisasi insersi perkoperasian yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman guru terkait pengintegrasian nilai-nilai perkoperasian ke dalam pembelajaran madrasah tanpa harus menambah mata pelajaran baru. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias karena materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dalam membangun karakter dan jiwa kewirausahaan peserta didik sejak dini. Jumat (22/05)
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa konsep insersi atau penyisipan kurikulum perkoperasian dirancang agar nilai ekonomi kerakyatan, gotong royong, tanggung jawab, dan kejujuran dapat ditanamkan secara kontekstual melalui mata pelajaran yang sudah ada. Dengan demikian, pendidikan koperasi tidak berdiri sendiri sebagai mata pelajaran baru, melainkan diintegrasikan dalam berbagai materi pembelajaran di madrasah. Konsep ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter kolaboratif, mandiri, dan memahami pentingnya kerja sama dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
Materi sosialisasi juga menjelaskan keterkaitan insersi perkoperasian dengan mata pelajaran keagamaan khas madrasah seperti Fiqih, Akidah Akhlak, dan Al-Qur’an Hadis. Pada mata pelajaran Fiqih, konsep koperasi dikaitkan dengan syirkah dan muamalah yang sesuai prinsip Islam, seperti transaksi yang adil, pembagian hasil usaha yang transparan, serta menjauhi praktik riba. Sementara pada Akidah Akhlak, peserta didik diarahkan untuk memahami pentingnya amanah, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap saling percaya dalam pengelolaan koperasi. Adapun dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, nilai koperasi dihubungkan dengan ajaran ta’awun atau tolong-menolong dalam kebaikan sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2.
Selain mata pelajaran keagamaan, konsep insersi perkoperasian juga dapat diterapkan dalam mata pelajaran umum dan pembentukan karakter. Dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), koperasi dipahami sebagai bentuk penerapan nilai demokrasi, musyawarah, dan keadilan sosial sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33. Pada mata pelajaran PJOK, nilai kerja sama tim dan sportivitas dalam olahraga dianalogikan dengan semangat kebersamaan dalam koperasi. Sementara dalam Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), siswa dapat belajar berwirausaha melalui karya seni atau kerajinan lokal yang dipasarkan melalui koperasi sekolah sehingga mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, GTK MTs Negeri 3 Banyumas mendapatkan wawasan baru mengenai strategi pembelajaran berbasis karakter dan penguatan ekonomi kerakyatan di lingkungan madrasah. Diharapkan hasil sosialisasi ini nantinya dapat diterapkan secara bertahap dalam proses pembelajaran sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah pembentukan karakter peserta didik yang jujur, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa gotong royong dan kewirausahaan.(HumasMTsN3)
