Ibarat Sepasang Sayap Burung: Filosofi Indah Penyuluh KUA Somagede dalam Bekali Catin Menuju Keluarga Sakinah
Oleh KUA Somagede
Somagede – Membangun mahligai rumah tangga yang kokoh memerlukan bekal fondasi yang kuat. Menyadari hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede terus berkomitmen memberikan pembekalan terbaik bagi para calon pengantin (catin) di wilayahnya. Jumat (26/06)
Hari ini, suasana khidmat sekaligus hangat menyelimuti Aula Balai Nikah KUA Somagede. Di ruangan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Somagede, Nuryati, memberikan layanan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Catin Mandiri kepada pasangan berbahagia, Kusworonatu dan Dewi, yang berasal dari Desa Plana, Kecamatan Somagede.
Dalam sesi bimbingan yang berlangsung interaktif tersebut, Nuryati membekali kedua calon mempelai dengan materi esensial mengenai 5 Pilar Keluarga Sakinah. Pilar-pilar ini dirancang sebagai kompas agar bahtera rumah tangga mereka tetap searah, kokoh, dan penuh berkah di tengah badai kehidupan.
Menariknya, saat mengupas pilar pertama yaitu Zawaj (Berpasangan), Nuryati menggunakan analogi yang sangat menyentuh hati. Ia mengumpamakan pasangan suami istri bak sepasang sayap burung. "Suami istri itu ibarat sepasang sayap burung. Jika burung tersebut memiliki tujuan untuk terbang tinggi, maka kedua sayapnya harus sama-sama bergerak, berjuang, dan kompak mengepakkan sayapnya. Jika hanya satu sayap yang bergerak, atau arahnya berbeda, burung itu tidak akan pernah sampai ke tujuan," ujar Nuryati di hadapan Kusworonatu dan Dewi.
Melalui perumpamaan ini, Nuryati menekankan betapa pentingnya aspek kesetaraan, kerja sama, dan keselarasan visi antara suami dan istri. Pernikahan bukanlah dominasi salah satu pihak, melainkan sebuah kerja tim (teamwork) yang menuntut komitmen bersama.
Program Bimwin Catin Mandiri yang dilaksanakan di Aula Balai Nikah ini merupakan salah satu langkah nyata KUA untuk memastikan bahwa setiap pasangan yang menikah tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga matang secara mental, spiritual, dan psikologis.
Pasangan Kusworonatu dan Dewi tampak antusias dan menyimak dengan saksama setiap arahan yang diberikan. Mereka mengaku sangat bersyukur mendapatkan wejangan mendalam ini sebagai modal berharga sebelum mereka resmi mengikrarkan janji suci di pelaminan.
Dengan adanya pembekalan yang menyentuh esensi seperti ini, KUA Somagede berharap angka ketahanan keluarga di wilayah Desa Plana khususnya, dan Kecamatan Somagede umumnya, dapat terus meningkat, melahirkan keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. (Nuryati)
