HUT RI #81

Jaga Adab, Raih Keberkahan Ilmu: Pembiasaan Kajian Kitab Alala di MTs Manbaul Falah

Oleh MTsMFGerduren
SHARE

Banyumas – Jumat pagi di MTs Manbaul Falah Gerduren menjadi momentum pembiasaan keagamaan sekaligus penguatan karakter peserta didik. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah kajian Kitab Alala, yang diikuti oleh seluruh warga madrasah dalam suasana khidmat dan penuh perhatian. Melalui kajian Kitab Alala, siswa tidak hanya diajak untuk memahami ilmu secara akademik, tetapi juga belajar tentang pentingnya adab dalam menuntut ilmu, khususnya dalam menghormati dan memuliakan guru. Jumat (11/09)

Salah satu pesan yang ditekankan dalam pembelajaran tersebut adalah bahwa menghormati guru bukan sekadar persoalan etika, melainkan bagian dari cara memuliakan ilmu. Guru merupakan sosok yang membimbing, mengarahkan, dan menjadi perantara sampainya ilmu kepada para siswa. Oleh karena itu, sikap hormat kepada guru menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang penuntut ilmu.

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi seluruh siswa bahwa keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak ilmu yang dikuasai, tetapi juga oleh bagaimana ilmu tersebut diperoleh dengan adab yang baik.

“Ketika kamu merendahkan penuntunmu, sesungguhnya kamu sedang merobohkan martabat dirimu sendiri.”

Pesan ini mengandung makna mendalam bahwa seorang penuntut ilmu perlu menjaga sikap, tutur kata, dan perilakunya kepada guru. Menghargai guru berarti menghargai proses belajar, menghargai ilmu, sekaligus menghargai diri sendiri sebagai seorang pembelajar.

Pembiasaan kajian Kitab Alala diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi di dalam kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan mampu menunjukkan sikap santun kepada guru, menghargai nasihat, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta menjaga adab dalam berinteraksi dengan sesama.

Melalui kegiatan rutin Jumat pagi ini, MTs Manbaul Falah Gerduren terus berupaya membangun budaya madrasah yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia.

Sebab, ilmu yang tinggi akan semakin bermakna ketika tumbuh bersama adab yang luhur.