Jaga Mimpi Remaja, Tata Masa Depan Bangsa
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Masa remaja adalah musim ketika mimpi-mimpi mulai tumbuh dan cita-cita perlahan menemukan arahnya. Pada masa yang penuh harapan itu, setiap nasihat yang baik dapat menjadi pelita, menghindarkan langkah dari jalan yang keliru, sekaligus mengantarkan generasi muda menuju masa depan yang lebih bermartabat. Dengan semangat itulah Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, memberikan Bimbingan Pra Nikah untuk Remaja (BRUS) kepada para siswa SMAN 1 Sumpiuh. Jumat (26/06)
Kegiatan pembinaan tersebut bertujuan membekali para pelajar dengan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan pernikahan secara matang, baik dari aspek usia, mental, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi. Dalam kesempatan itu, Muhammad Taubah mengajak para siswa untuk tidak terburu-buru menikah sebelum mencapai usia yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, yaitu 19 tahun, serta menjaga diri dari perilaku yang dapat mengakibatkan kehamilan di luar pernikahan.
Dengan penyampaian yang komunikatif dan penuh kehangatan, materi disampaikan tidak dalam bentuk larangan semata, melainkan sebagai ajakan untuk menghargai masa depan. Para siswa diajak memahami bahwa masa muda merupakan waktu terbaik untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, membangun karakter, dan mempersiapkan bekal kehidupan sebelum memasuki gerbang rumah tangga.
Muhammad Taubah menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang agung dan membutuhkan kesiapan lahir maupun batin. Kematangan usia menjadi salah satu faktor penting dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, menjaga kehormatan diri serta menghindari pergaulan yang berisiko merupakan bentuk ikhtiar menjaga martabat pribadi, keluarga, dan masa depan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa mengikuti materi dengan antusias, menyampaikan pertanyaan, dan berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi remaja di era digital. Dialog yang terbangun menjadi ruang edukasi yang menumbuhkan kesadaran bahwa setiap keputusan yang diambil hari ini akan menentukan arah kehidupan di masa mendatang.
Di balik bangku-bangku sekolah itu, sesungguhnya sedang dipersiapkan generasi penerus bangsa. Mereka bukan hanya sedang belajar matematika, sains, atau bahasa, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, menjaga kehormatan diri, dan merancang masa depan yang penuh harapan. Setiap nasihat yang disampaikan adalah benih kebaikan yang diharapkan tumbuh menjadi kebijaksanaan ketika mereka dewasa.
Bimbingan Pra Nikah untuk Remaja bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan menanamkan kesadaran bahwa cinta sejati tidak pernah mengajarkan tergesa-gesa. Cinta yang dewasa adalah cinta yang mampu menunggu waktu terbaik, menghormati nilai-nilai agama, menjaga kehormatan diri, serta mempersiapkan diri dengan ilmu dan tanggung jawab sebelum mengikat janji suci pernikahan.
Melalui kegiatan ini, KUA Jatilawang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi kehidupan berkeluarga pada waktunya. Sebab, mencegah pernikahan pada usia yang belum matang dan menghindarkan remaja dari kehamilan di luar pernikahan bukan hanya tentang menaati aturan, tetapi juga tentang menjaga masa depan anak-anak bangsa agar tetap utuh, menjaga harapan orang tua agar tidak berubah menjadi penyesalan, serta menuntun setiap langkah menuju kehidupan yang lebih bermartabat dan penuh keberkahan.
Di setiap ruang kelas yang dipenuhi semangat belajar, selalu ada harapan yang sedang dititipkan. Dan melalui sentuhan edukasi yang tulus, harapan itu akan terus tumbuh menjadi generasi yang bijaksana, menjaga kehormatan diri, menggapai cita-cita setinggi langit, lalu kelak membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah pada waktu yang tepat.
