Jumat Berkah Jelang Muharram: Tausiyah Gerakan Hati, Santunan Yatim Mengalir Deras di MTs Negeri 3 Banyumas
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas – Suasana doa pagi dan pembinaan GTK di MTs Negeri 3 Banyumas berlangsung berbeda dari biasanya. Menjelang datangnya bulan Muharram 1448 Hijriah, yang termasuk salah satu bulan mulia (Asyhurul Hurum) dalam Islam, seluruh guru dan tenaga kependidikan larut dalam suasana penuh refleksi, kepedulian, dan semangat berbagi. Kegiatan yang diawali dengan doa bersama tersebut menjadi momentum menguatkan keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim dan piatu di lingkungan madrasah. Jumat (12/06)
Dalam pembinaannya, Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, H. Sudir, menyampaikan pentingnya menyambut bulan Muharram dengan memperbanyak amal saleh, memperkuat kepedulian kepada sesama, serta memuliakan anak-anak yatim. Beliau menjelaskan bahwa Muharram merupakan bulan yang sangat dimuliakan Allah Swt., sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan tersebut memiliki nilai yang istimewa. Menurutnya, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah berbagi kebahagiaan dengan anak yatim sebagai wujud kasih sayang dan implementasi ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Tausiyah yang disampaikan dengan penuh ketulusan tersebut ternyata mampu menyentuh hati para GTK yang hadir. Secara spontan, tanpa direncanakan sebelumnya, para guru dan tenaga kependidikan berinisiatif mengumpulkan infak dan santunan untuk murid yatim dan piatu. Semangat berbagi yang muncul dari kesadaran bersama itu menjadi bukti bahwa nilai-nilai kepedulian yang selama ini ditanamkan di madrasah telah tumbuh menjadi budaya yang hidup dan mengakar.
Dana yang terkumpul pada pagi itu diserahkan kepada Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas untuk selanjutnya disalurkan kepada murid yatim dan piatu yang membutuhkan. Alhamdulillah, dalam waktu singkat terkumpul santunan lebih dari Rp3.000.000. Nominal tersebut menjadi cerminan besarnya kepedulian keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas terhadap murid-murid yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran nyata bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, tetapi dimulai dari hati yang peduli.
Selain pembinaan spiritual, kegiatan pagi juga diwarnai dengan penyampaian kata bijak oleh H. Sulthoni. Dengan gaya yang ringan namun sarat makna, beliau menyampaikan pesan tentang pentingnya komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. “Komunikasi yang efektif itu dua arah. Kalau satu arah namanya khutbah, kalau salah arah namanya fitnah, dan kalau segala arah namanya ghibah,” ungkap beliau yang disambut senyum dan tawa para GTK. Pesan sederhana tersebut mengingatkan seluruh warga madrasah agar selalu menjaga etika komunikasi, membangun dialog yang sehat, dan menjauhi prasangka maupun pembicaraan yang tidak bermanfaat.
Jumat berkah kali ini menjadi bukti bahwa sebuah tausiyah yang tulus mampu menggerakkan hati dan melahirkan aksi nyata. Menjelang datangnya bulan Muharram, keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas tidak hanya mempersiapkan diri dengan ilmu dan nasihat, tetapi juga dengan amal kepedulian yang langsung dirasakan manfaatnya oleh murid yatim dan piatu. Semoga semangat berbagi, memuliakan anak yatim, dan menjaga komunikasi yang baik terus menjadi karakter unggulan madrasah, sehingga keberkahan Muharram dapat dirasakan oleh seluruh warga madrasah dan masyarakat sekitar.(HumasMTsN3)
