Kenali Potensi, Kelola Emosi, dan Belajar Mengendalikan Diri: Guru BK Ajak Siswa Isi LKPD Pengelolaan Emosi
Purwojati – Pembelajaran Bimbingan dan Konseling (BK) di MTs Ma’arif NU 1 Purwojati berlangsung melalui kegiatan pengisian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan tema mengenali diri dan mengelola emosi. Kegiatan yang dibimbing oleh guru BK, Hanan Izza Hanafi. Dalam pengerjaan LKPD, siswa melakukan beberapa aktivitas secara mandiri dengan menuliskan identitas diri, mengenali kelebihan dan kekurangan, mengidentifikasi potensi yang dimiliki, serta menentukan hal-hal yang ingin diperbaiki. Pada bagian pengelolaan emosi, siswa diminta mengidentifikasi situasi yang dapat memunculkan perasaan marah, sedih, kecewa, takut, atau bahagia. Mereka kemudian menuliskan penyebab munculnya emosi tersebut, reaksi yang biasanya dilakukan, serta cara yang lebih tepat untuk menghadapinya. Siswa juga berlatih menentukan langkah sederhana. Jumat (16/10)
Guru BK Hanan Izza Hanafi, membimbing siswa agar tidak sekadar mengisi jawaban, tetapi juga memahami makna dari setiap pertanyaan dalam LKPD. Siswa didorong untuk jujur dalam melakukan refleksi, menghargai perbedaan karakter antarteman, serta menyadari bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam merasakan dan menghadapi masalah. “Melalui LKPD ini, saya ingin siswa lebih mengenal dirinya sendiri, mengetahui apa yang dirasakan, dan belajar mengendalikan emosi dengan cara yang positif. Marah, sedih, atau kecewa adalah hal yang wajar, tetapi bagaimana kita merespons perasaan tersebut merupakan hal penting yang perlu dilatih,” ungkapnya.
Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menerapkan hasil refleksi LKPD dalam kehidupan sehari-hari, baik saat belajar di kelas, berinteraksi dengan teman, maupun ketika menghadapi permasalahan di rumah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MTs Ma’arif NU 1 Purwojati dalam mendampingi perkembangan pribadi dan sosial siswa agar semakin mandiri, mampu mengendalikan diri, serta bijak dalam mengambil keputusan. Dengan mengenali diri dan mengelola emosi, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, berempati, dan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya.
