Kepala Kantor Banyumas Tekankan Tiga Prinsip Kerja dan Pentingnya Menampakkan Hasil Kinerja
Oleh Seksi Bimas
Purwokerto – Dalam rapat koordinasi yang digelar Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (BIMAS Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Kepala Kantor Ibnu Asaduddin, menyampaikan arahan penting terkait tanggung jawab pegawai dan cara menyebarluaskan informasi kinerja secara tepat guna. Rabu (05/08)
Dalam sambutannya, beliau mengutip pendapat John Maxwell yang menyatakan ada tiga hal utama yang harus dimiliki dan dijalankan oleh setiap pegawai negara, khususnya di lingkungan Kementerian Agama:
"Pertama, We know the way – kita harus benar-benar paham aturan, SOP, dan landasan hukum setiap langkah kerja. Tidak cukup hanya hafal, tetapi harus memahami maknanya. Kedua, We go the way – kita sudah melangkah dan melaksanakan tugas sesuai aturan. Namun yang masih menjadi tantangan kita semua adalah poin ketiga, yaitu We show the way – kita belum cukup mampu menampilkan teladan dan hasil kerja nyata kepada masyarakat luas."
Kepala Kantor menegaskan, pelaksanaan kegiatan wajib selalu merujuk pada Surat Keputusan terbaru dan Standar Operasional Prosedur yang berlaku. Sebagai contoh, narasumber manasik haji wajib memiliki sertifikat resmi. Meski di lapangan sering ditemui kondisi yang tidak ideal – seperti adanya tokoh agama yang sangat dihormati dan berilmu namun belum memiliki sertifikat – penyelesaian harus dilakukan dengan bijaksana, tetap berpegang pada aturan namun menghargai kearifan lokal.
Terkait penyebaran informasi, beliau mengingatkan agar tidak hanya berhenti pada laporan sederhana di grup percakapan, melainkan memanfaatkan seluruh media yang tersedia: akun resmi TikTok, Facebook, Instagram, YouTube, serta media massa dan koran.
"Satu kegiatan yang kita laksanakan bisa diolah menjadi berbagai bentuk informasi. Jika satu berita disebarkan oleh dua puluh lima orang, dan masing-masing membagikannya di empat platform media sosial, dampaknya akan sangat luas. Segala biaya, waktu, dan tenaga yang sudah dikeluarkan negara harus bisa dilihat manfaatnya oleh masyarakat. Inilah yang dimaksud dengan glorifikasi – bukan memuji diri sendiri, melainkan menampakkan segala prestasi dan hasil kerja yang sudah kita upayakan bersama."
Beliau menambahkan, perbedaan penting yang perlu dipahami adalah: hal yang sudah terlaksana dan memiliki hasil nyata layak disampaikan kepada publik, sedangkan rencana yang belum terwujud belum bisa dilaporkan sebagai capaian. Kepala Kantor juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran, termasuk rekan-rekan yang telah menunjukkan kinerja baik seperti yang disampaikan dalam rapat, serta mengajak semua pihak untuk terus bersinergi, saling melengkapi, dan menjaga kebersamaan dalam menjalankan amanah.
"Mari kita pastikan setiap langkah kita benar, setiap hasil kita bermanfaat, dan setiap kerja keras kita bisa menjadi teladan bagi masyarakat yang kita layani," pungkas beliau.
