HUT RI #81

Keutamaan Berbagi di Bulan Suci Ramadan

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
12 Mar 2026
28x dibaca
SHARE

Banyumas — Suasana hangat dan penuh keberkahan terasa di halaman TPQ Nurul Huda ketika puluhan santri kecil duduk bersila dengan wajah penuh antusias. Di hadapan mereka, Penyuluh Agama KUA Jatilawang, Muhammad Taubah, menyampaikan sebuah pelajaran sederhana namun sarat makna: tentang keutamaan memberi makan untuk berbuka bagi orang yang sedang berpuasa (Kamis (12/03)

Kegiatan pembelajaran yang berlangsung pada sore hari itu tidak sekadar menjadi rutinitas mengaji bagi para santri. Di tengah bulan Ramadhan yang penuh rahmat, Muhammad Taubah menghadirkan pelajaran yang menanamkan nilai kepedulian, keikhlasan, dan cinta kepada sesama sejak usia dini.

Dengan bahasa yang lembut dan mudah dipahami oleh anak-anak, ia menjelaskan bahwa memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa merupakan amalan yang sangat mulia di sisi Allah. Bahkan, pahala yang diberikan Allah kepada orang yang memberi makan tidak kalah besar dengan pahala orang yang menjalankan puasa itu sendiri.

“Anak-anak, ketika kita memberi makanan kepada orang yang sedang berpuasa untuk berbuka, Allah akan memberikan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun,” tutur Muhammad Taubah dengan senyum hangat di hadapan para santri.

Penjelasan tersebut membuat para santri terlihat takjub. Mata mereka berbinar, seolah menemukan makna baru dari hal sederhana yang sering mereka lihat di sekitar: membagikan takjil, memberikan makanan kepada tetangga, atau membantu orang lain saat waktu berbuka tiba.

Muhammad Taubah kemudian mengajak para santri untuk membayangkan betapa indahnya Ramadhan ketika setiap orang saling berbagi. Menurutnya, memberi makan untuk berbuka bukan hanya tentang makanan yang disajikan, tetapi tentang ketulusan hati yang mengalir di dalamnya.

“Kadang hanya dengan segelas air atau sepotong kurma, kita sudah bisa membuat orang lain bahagia. Dan di saat itulah Allah melihat ketulusan kita,” ujarnya dengan penuh haru.

Suasana pengajian pun berubah menjadi lebih khusyuk. Para santri tampak menyimak dengan sungguh-sungguh, sementara beberapa guru TPQ yang turut mendampingi terlihat terharu mendengar pesan yang disampaikan. Bagi mereka, pelajaran yang diberikan bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan yang akan membentuk karakter para santri di masa depan.

Di akhir kegiatan, Muhammad Taubah mengajak seluruh santri untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum belajar berbagi. Ia berharap, kelak para santri TPQ Nurul Huda tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki hati yang lembut dan penuh kepedulian terhadap sesama.

Sore itu, di tengah lantunan doa dan senyum polos para santri, sebuah pelajaran besar tertanam dalam hati mereka: bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang dengan tulus kita berikan kepada orang lain—terlebih kepada mereka yang sedang berjuang menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.