Korwilcam Dindik Kalibagor Sambut Rakor APSI Kabupaten Banyumas
Oleh HUMAS
Banyumas — Korwilcam Dindik Kecamatan Kalibagor menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Banyumas yang diikuti seluruh pengurus dan anggota APSI dari berbagai jenjang, mulai TK, SD, SMP, SMA/SMK, termasuk pengawas dari Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Bertempat di Aula Korwilcam Dindik Kalibagor, kegiatan berlangsung semarak dalam suasana kekeluargaan sekaligus profesional. Rabu (30/09)
Kesiapan tuan rumah terlihat sejak awal kegiatan. Koordinator Korwilcam Dindik Kecamatan Kalibagor, Hari Kartini Setyawati, telah melakukan koordinasi secara menyeluruh dengan membagi tugas melalui job description yang jelas. Seluruh personel bergerak bersama menyambut kehadiran para pengawas. Kesiapan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua APSI Kabupaten Banyumas, Surtini. Dalam sambutannya, Surtini menyampaikan kegembiraan atas terselenggaranya kembali forum koordinasi APSI dan berharap seluruh agenda dapat berlangsung lancar serta memberikan manfaat bagi penguatan profesionalitas pengawas.
Salah satu agenda utama Rakor adalah Diseminasi Literasi dan Numerasi yang disampaikan oleh Ida Yuningsih. Materi ini menjadi bagian strategis dalam penguatan kompetensi profesional pengawas, mengingat literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Melalui diseminasi tersebut, para pengawas diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga memiliki perspektif yang lebih kuat untuk mengawal implementasinya di satuan pendidikan.
Salah satu peserta Rakor, yang juga Pengawas PAI Kankemenag Banyumas, Siti Nur Hidayati, menyambut positif agenda tersebut. Menurutnya, urgensi penguatan literasi dapat dilihat dalam berbagai aktivitas pendidikan, termasuk dalam ajang kompetisi seperti MAPSI. Ia mengamati bahwa sebagian peserta masih sangat mengandalkan hafalan. Ketika teks yang dihafalkan terlupakan, peserta sering mengalami kebuntuan dalam melanjutkan penampilan.
“Kalau literasinya kuat, ketika lupa teks siswa tidak langsung kehilangan arah. Ia memiliki kemampuan memahami dan memaknai apa yang disampaikan, sehingga tidak semata-mata bergantung pada hafalan,” ungkap Inung panggilan akrab Siti Nur Hidayati.
Inung juga melihat bahwa ketergantungan terhadap teks bukan hanya terjadi pada peserta didik, tetapi masih ditemukan pada sebagian guru. Karena itu, literasi perlu dipahami lebih luas sebagai kemampuan memahami, mengolah, menginterpretasi, dan menggunakan informasi secara bermakna. Demikian pula numerasi tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi kemampuan menggunakan informasi kuantitatif untuk memahami persoalan dan mengambil keputusan secara tepat.
Melalui kegiatan ini baik terkait Literasi Numerasi maupun ARKAS Surtini kembali menekankan Rakor APSI diharapkan menjadi momentum penguatan kapasitas pengawas yang selanjutnya dapat ditransformasikan melalui pendampingan kepada guru dan berdampak pada peningkatan kompetensi peserta didik. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Setelah agak jeda tidak melaksanakan kegiatan bersama, Rakor kali ini menjadi momentum strategis untuk kembali memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan profesionalitas pengawas dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Banyumas. Nungh.
