KUA Jatilawang Dampingi Warga Selesaikan Ketidaksesuaian Data Buku Nikah dan Akta Kelahiran
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas — Di balik setiap dokumen kependudukan yang tersimpan rapi, terdapat identitas, hak, dan perjalanan hidup seseorang yang harus dijaga keabsahannya. Dengan semangat melayani sepenuh hati, Muji Riyanti, Staf Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, memberikan pelayanan kepada seorang warga yang datang untuk berkonsultasi sekaligus mengurus ketidaksesuaian tanggal lahir antara buku nikah dan akta kelahiran. Pelayanan tersebut dilakukan dengan penuh ketelitian, kesabaran, dan mengedepankan kepastian administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Jumat (10/07)
Dalam proses pelayanan, Muji Riyanti memeriksa dokumen yang dibawa warga secara menyeluruh, mencocokkan data pada buku nikah dengan akta kelahiran serta dokumen pendukung lainnya. Ia kemudian memberikan penjelasan mengenai penyebab kemungkinan terjadinya perbedaan data dan tahapan yang harus ditempuh agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan melalui prosedur yang benar. Pendekatan yang komunikatif membuat warga memahami setiap langkah yang perlu dilakukan tanpa merasa bingung ataupun khawatir.
Menurut Muji Riyanti, ketelitian dalam memverifikasi data merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang bertanggung jawab. Perbedaan satu angka pada tanggal lahir mungkin tampak sederhana, namun dapat menimbulkan kendala dalam berbagai urusan administrasi, mulai dari pengurusan dokumen kependudukan, pelayanan hukum, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Karena itu, setiap data harus dipastikan benar agar memberikan perlindungan hukum dan kepastian bagi masyarakat.
Bagi warga yang datang, pelayanan tersebut menghadirkan lebih dari sekadar solusi administratif. Di balik kecemasan karena dokumen yang tidak selaras, mereka menemukan kesediaan untuk mendengar, membimbing, dan membantu dengan penuh empati. Ketenangan yang terpancar setelah memperoleh penjelasan menjadi bukti bahwa pelayanan yang baik tidak hanya menyelesaikan persoalan, tetapi juga mengembalikan rasa percaya diri dan harapan.
Komitmen KUA Jatilawang dalam memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan humanis terus diwujudkan melalui dedikasi seluruh aparatur. Setiap warga diperlakukan dengan hormat, setiap persoalan disikapi dengan bijaksana, dan setiap proses dilaksanakan sesuai aturan tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan. Prinsip inilah yang menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Di ruang pelayanan yang sederhana, Muji Riyanti menunjukkan bahwa pengabdian sering kali hadir dalam bentuk yang sunyi. Bukan melalui gemerlap penghargaan, melainkan lewat ketelitian membaca setiap data, kesabaran menjelaskan setiap prosedur, dan keikhlasan mendampingi setiap warga hingga menemukan jalan keluar. Sebab sesungguhnya, di balik setiap dokumen yang kembali selaras, tersimpan senyum keluarga yang kembali tenang, harapan yang kembali tumbuh, dan keyakinan bahwa negara selalu hadir melalui tangan-tangan tulus yang melayani dengan sepenuh hati.
