KUA Jatilawang Menasehati Calon Pengantin Agar Mengendalikan Emosi
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas — Pernikahan bukan sekadar tentang hari ketika dua nama dipertemukan dalam satu akad. Ia adalah pintu menuju perjalanan panjang, tempat dua hati belajar saling menerima, dua keluarga dipertautkan, dan sebuah janji diucapkan di hadapan Allah SWT. (Selasa, 6/10)
Menjelang hari bahagia tersebut, Calon Pengantin (Catin) Rafli dan Uswatun Hasanah melakukan koordinasi dengan Iskandar Zulkarnain, Kepala KUA Jatilawang, untuk memastikan berbagai persiapan administrasi dan teknis pernikahan dapat dipersiapkan dengan baik. Koordinasi tersebut membahas sejumlah hal penting, antara lain data calon pengantin, jumlah mahar, serta kepastian tanggal pelaksanaan pernikahan.
Pertemuan itu menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap informasi yang berkaitan dengan rencana pernikahan tercatat secara jelas dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagi calon pengantin, ketepatan data bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari ikhtiar untuk memasuki kehidupan rumah tangga dengan kesiapan dan tanggung jawab.
Iskandar Zulkarnain memberikan arahan kepada Rafli dan Uswatun Hasanah agar seluruh data dan rencana pelaksanaan akad nikah dipastikan kembali secara cermat. Hal-hal yang berkaitan dengan mahar dan tanggal pernikahan juga dikomunikasikan secara terbuka agar tidak menimbulkan keraguan di kemudian hari.
Di ruang pelayanan KUA, pembicaraan mengenai tanggal dan mahar mungkin terdengar sederhana. Namun di baliknya tersimpan makna yang jauh lebih dalam. Sebab, mahar bukan sekadar sesuatu yang disebutkan dalam akad, sementara tanggal pernikahan bukan sekadar angka dalam kalender. Keduanya menjadi bagian dari sebuah peristiwa sakral ketika seorang laki-laki mengucapkan ijab kabul dan menerima amanah untuk membangun rumah tangga.
Rafli dan Uswatun Hasanah tampak mengikuti proses koordinasi dengan penuh perhatian. Mereka memastikan kembali berbagai hal yang diperlukan sebelum memasuki hari pernikahan. Sikap tersebut mencerminkan pentingnya kesiapan calon pengantin, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara mental dan spiritual.
KUA Jatilawang melalui pelayanan kepada masyarakat terus berupaya menghadirkan proses administrasi pernikahan yang tertib, jelas, dan mudah dipahami. Koordinasi dengan calon pengantin menjadi salah satu bagian dari pelayanan agar setiap tahapan menuju pernikahan dapat berlangsung dengan baik.
Pada akhirnya, sebuah pernikahan selalu bermula dari kesiapan. Ada data yang harus diperiksa, ada mahar yang harus dipastikan, ada tanggal yang harus ditetapkan, dan ada hati yang harus benar-benar disiapkan.
Sebab setelah akad terucap, perjalanan tidak berhenti pada pesta dan kebahagiaan. Justru saat itulah kehidupan yang sesungguhnya dimulai—ketika dua manusia belajar menjadi rumah bagi satu sama lain, saling menguatkan ketika kehidupan terasa berat, dan bersama-sama menjaga janji yang telah diucapkan di hadapan Allah SWT.
Semoga ikhtiar Rafli dan Uswatun Hasanah dalam mempersiapkan pernikahan menjadi langkah awal menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta kehidupan rumah tangga yang dipenuhi kasih sayang, kesetiaan, keberkahan, dan keteguhan dalam menjalani setiap musim kehidupan.
