HUT RI #81

Luruskan Arah Kiblat, Sempurnakan Layanan Ibadah di SPBU Karanganyar

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas - Upaya memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Tim Safak (Satria Falak Community) melalui kegiatan pengukuran arah kiblat. Tim Safak melakukan pengukuran arah kiblat musala SPBU Karanganyar, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, dengan melibatkan beberapa Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang. Rabu (30/09)

Pengukuran arah kiblat tersebut menggunakan teodolit, salah satu instrumen yang digunakan dalam kegiatan pengukuran ilmu falak. Melalui kegiatan ini, Tim Safak membantu memastikan arah kiblat musala sehingga dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah salat.

Sebelum melakukan pengukuran di SPBU Karanganyar, Tim Safak terlebih dahulu melaksanakan pengukuran arah kiblat di musala SPBU Rawalo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelayanan pengukuran arah kiblat di musala-musala yang berada di lingkungan SPBU.

Satria Falak Community (Safak) merupakan komunitas yang beranggotakan para Penyuluh Agama Islam yang memiliki perhatian dan konsentrasi terhadap ilmu falak. Salah satu kegiatan yang menjadi fokus komunitas tersebut adalah pengukuran arah kiblat sebagai bentuk pengamalan ilmu falak sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Beberapa Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan para penyuluh menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi di bidang ilmu falak sekaligus menghadirkan layanan keagamaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Dalam kegiatan pengukuran, teodolit digunakan untuk membantu memperoleh data dan menentukan arah kiblat secara lebih terukur. Hasil pengukuran kemudian dapat menjadi acuan bagi pengelola musala dalam memastikan posisi arah kiblat tempat ibadah.

Tim Safak menargetkan agar seluruh SPBU di Kabupaten Banyumas yang memiliki musala dapat memperoleh layanan pengukuran arah kiblat. Target tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperluas pelayanan keagamaan sekaligus meningkatkan perhatian terhadap ketepatan arah kiblat di tempat-tempat ibadah yang digunakan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, ilmu falak tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis, tetapi diterapkan secara langsung untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Dari tempat persinggahan para musafir, Tim Safak turut meluruskan arah menuju kiblat, agar perjalanan berhenti sejenak dapat tetap berlanjut dengan ibadah yang mantap. (dy)