HUT RI #81

Mencari Ulama Panutan di Tengah Krisis Keteladanan

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
28 Okt 2026
28x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 28-10-2026 14:53
SHARE

Jatilawang – Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Jatilawang, Ahmad Muttaqin,  memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimlah) kepada ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Nurul Hikmah pada Selasa sore. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB tersebut mengusung tema : “Mencari Ulama Panutan di Tengah Krisis Keteladanan.” Rabu (28/10)

Dalam tausiyahnya, Ahmad Muttaqin menyoroti secara tajam ancaman krisis keteladanan dan dampak buruk dari berangsur hilangnya ilmu di tengah masyarakat. Kondisi ini terasa kian memprihatinkan di saat negara tengah diuji dengan fenomena karut-marut rusaknya moral sebagian pejabat hingga oknum ulama.

"Krisis keteladanan adalah ancaman serius bagi keberlangsungan moral umat dan bangsa. Ketika ilmu dicabut dan keteladanan makin langka, masyarakat rentan kehilangan arah dalam menentukan mana yang haq dan mana yang batil," tegas beliau di hadapan puluhan jamaah.

Untuk membentengi umat dari kebingungan di era penuh fitnah ini, beliau memaparkan 4 kriteria utama dalam mengenali dan memilih ulama yang benar-benar layak dijadikan sebagai panutan:

  1. Ilmu yang Sanadnya Jelas dan Bersambung

    Ulama panutan harus memiliki silsilah keilmuan (sanad) yang dapat dipertanggungjawabkan hingga bersambung kepada Rasulullah SAW, sehingga ajaran yang disampaikan terjamin kemurniannya.

  2. Amal Sesuai dengan Ilmu

    Ulama sejati bukan hanya pandai berorasi, melainkan sosok yang pertama kali mempraktikkan ilmu dan dakwahnya dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Pribadi yang Wara’ (Berhati-hati dari yang Haram dan Syubhat)

    Memiliki sifat wara', yaitu senantiasa menjaga diri dengan sangat berhati-hati dari hal-hal yang diharamkan agama maupun yang masih samar (syubhat).

  4. Menyejukkan dan Menyatukan Umat

    Penyampaian dakwahnya teduh, merekatkan tali persaudaraan (ukhuwah), serta merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memprovokasi atau memecah belah.

Ibu-ibu jamaah Majelis Taklim Nurul Hikmah mengikuti jalannya bimbingan dengan penuh antusias dan khidmat hingga penghujung acara. Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan umat Islam, khususnya para kader perempuan dan ibu rumah tangga, semakin bijak dan cerdas dalam menimba ilmu serta memilih ulama pembimbing di era modern.