Meniti Ayat di Kala Senja: Kiprah Penyuluh Rajut Generasi Qurani di Selandaka
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpiuh - Setiap kali matahari tenggelam dan sholat Maghrib berjamaah usai ditunaikan, Mushola Kedung Santen tidak lantas sepi. Sayup-sayup terdengar suara lantang anak-anak MT An-Najah Selandaka yang bersiap membuka lembaran-lembaran suci. Di hadapan mereka, telah siap mendampingi Laeli Najihah, seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Sumpiuh yang mendedikasikan waktunya untuk menuntun generasi penerus bangsa. Selasa (09/06)
Malam itu, riuh rendah suara anak-anak mengantre dengan tertib. Mereka mengikuti pembelajaran dengan sistem sorogan. Satu per satu santri menyodorkan kitabnya—ada yang masih terbata-bata mengeja Iqro’, ada pula yang sudah mulai lancar mengalirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan penuh kesabaran, Laeli menyimak setiap jengkal huruf yang keluar dari lisan mungil anak-anak tersebut.
Uniknya, bimbingan ini tidak sekadar membaca cepat. Di sela-sela bacaan, Laeli dengan jeli menyelipkan edukasi tajwid. "Mengapa ini dibaca panjang?" atau "Bagaimana posisi lidah saat membaca huruf ini?" menjadi dialog interaktif yang menghidupkan suasana. Metode by-doing ini terbukti efektif membuat anak-anak lebih cepat tanggap dan melekat kuat dalam ingatan mereka. Melalui konsistensi bimluh ba'da Maghrib ini, Mushola Kedung Santen kini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan laboratorium tempat lahirnya generasi yang fasih dan berakhlak Qur'ani.
