Momentum Maulid Nabi, Penyuluh Ajak Wali Murid RA Diponegoro 139 Perkuat Keteladanan
Oleh KUA pekuncen
Pekuncen — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Pekuncen, Miftakhul Faozi, saat menjadi pembicara dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama wali murid RA Diponegoro 139, Kamis (27/08).
Dalam penyampaiannya, Miftakhul Faozi mengajak para wali murid untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam membangun kehidupan keluarga. Menurutnya, pendidikan karakter anak tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga bermula dari keluarga, khususnya melalui keteladanan orang tua.
“Anak-anak lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada sekadar mendengar nasihat. Karena itu, orang tua harus menjadi contoh dalam akhlak, ibadah, tutur kata, dan sikap sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini. Kecintaan tersebut dapat diwujudkan dengan mengenalkan sirah Nabi, membiasakan membaca shalawat, serta mengajarkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan keluarga.
Miftakhul Faozi berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk keluarga yang religius dan anak-anak yang berakhlak mulia.
“Keteladanan Rasulullah SAW hendaknya kita hadirkan di rumah. Dengan orang tua yang memberikan contoh baik, insyaallah akan lahir generasi yang memiliki akhlak mulia dan cinta kepada Rasulullah,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan antusias. Para wali murid mengikuti materi dengan baik sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.
