Murid MIN 1 Banyumas Raih Juara 2 Festival Dalang Anak Provinsi Jawa Tengah
Oleh MIN1 Banyumas
Banyumas — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik MIN 1 Banyumas. Kali ini, prestasi datang dari bidang seni dan budaya tradisional. Abiyyu Rasendriya Widitomo, siswa kelas IV MIN 1 Banyumas, berhasil meraih Juara 2 Festival Dalang Anak Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Keberhasilan Abiyyu dalam ajang yang digelar di Taman Budaya Jawa Tengah pada 23 September 2026 ini, menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar MIN 1 Banyumas. Ia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam seni pedalangan dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Festival Dalang Anak Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Provinsi Jawa Tengah. Ajang ini menjadi salah satu ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, sekaligus mengembangkan seni pedalangan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Dalam kejuaraan tersebut, Abiyyu berhasil menempati posisi Juara 2 kategori B dan memperoleh penghargaan berupa trofi serta uang pembinaan sebesar Rp3.000.000. Penghargaan tersebut menjadi buah dari proses belajar, latihan, keberanian tampil, dan kecintaannya terhadap seni pedalangan.
Kepala MIN 1 Banyumas, H. Mahruri, S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih Abiyyu. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa potensi peserta didik madrasah tidak hanya berkembang dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga dalam bidang seni dan budaya. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Abiyyu. Juara 2 Festival Dalang Anak tingkat Provinsi Jawa Tengah merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi Abiyyu, orang tua, dan tentunya keluarga besar MIN 1 Banyumas,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa prestasi tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan. “Kami berharap Abiyyu terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan tidak cepat berpuas diri. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Abiyyu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa-siswi MIN 1 Banyumas lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan potensinya,” lanjutnya.
Prestasi Abiyyu juga mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dr. H. Ibnu Asaduddin, S.Ag., M.Pd.I.. Beliau mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari kontribusi peserta didik madrasah dalam melestarikan budaya bangsa. “Selamat dan sukses kepada Abiyyu atas prestasi yang telah diraih. Prestasi ini membuktikan bahwa murid madrasah memiliki potensi yang luar biasa dalam berbagai bidang, termasuk seni dan budaya,” ungkapnya.
Menurutnya, seni tradisional seperti pedalangan perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar keberadaannya tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. “Semoga prestasi ini menjadi langkah awal bagi Abiyyu untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengembangkan bakatnya, termasuk dalam bidang seni budaya, sehingga kecintaan terhadap budaya bangsa dapat tumbuh sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Abiyyu Rasendriya Widitomo mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya setelah berhasil meraih Juara 2. Baginya, mengikuti Festival Dalang Anak bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga menjadi pengalaman untuk belajar, tampil percaya diri, dan bertemu dengan peserta lain yang memiliki kecintaan terhadap seni pedalangan. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan Juara 2. Terima kasih kepada orang tua, guru, dan semua yang sudah mendukung dan memberikan semangat kepada saya,” ujar Abiyyu.
Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuan dalam seni pedalangan dan mengikuti berbagai ajang lainnya. “Saya ingin terus belajar dan berlatih supaya bisa lebih baik lagi. Semoga ke depan bisa mendapatkan prestasi yang lebih tinggi,” tambahnya.
Capaian Abiyyu menjadi titik terang sebuah proses dalam berkompetisi. Di balik trofi Juara 2 yang diraihnya, terdapat proses pembelajaran tentang ketekunan, keberanian, kedisiplinan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Seni pedalangan sendiri memiliki nilai edukatif yang kuat. Di dalamnya terdapat cerita, karakter, nilai moral, filosofi kehidupan, hingga pesan-pesan kebaikan yang dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
Karena itu, keikutsertaan anak dalam festival seni budaya menjadi salah satu bentuk pembelajaran bermakna di luar ruang kelas. Anak tidak hanya belajar menjadi seorang penampil, tetapi juga belajar menghargai proses, menerima hasil dengan lapang dada, serta terus berusaha meningkatkan kemampuan.
Bagi MIN 1 Banyumas, prestasi Abiyyu sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi dan jalan prestasinya masing-masing. Tugas madrasah adalah memberikan ruang, pendampingan, dan dukungan agar potensi tersebut dapat tumbuh secara optimal. Prestasi Abiyyu di tingkat Provinsi Jawa Tengah diharapkan menjadi pemantik semangat bagi peserta didik MIN 1 Banyumas lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi dalam berbagai bidang.
