Pegawai KUA Wangon Manfaatkan Waktu Istirahat untuk Bimbing Santri Binnazhar
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Di sela-sela kepadatan tugas pelayanan publik, salah satu pegawai KUA Wangon menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pendidikan keagamaan masyarakat. Memanfaatkan waktu istirahat siang, pegawai KUA meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan mengaji metode binnazhar (membaca Al-Qur'an dengan melihat mushaf) kepada para santri. Kegiatan ini menjadi potret kepedulian aparatur dalam menebar keberkahan dan ilmu di luar tugas administratif formal. Selasa (11/08)
Suasana ruang bimbingan tampak penuh dengan kekhusyukan saat para santri secara bergantian menyimak dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Pembelajaran metode binnazhar ini difokuskan pada ketepatan tajwid, makhraj huruf, serta kelancaran bacaan. Meski dilakukan dalam durasi yang relatif singkat selama jam istirahat kantor, semangat belajar para santri dan ketelatenan pengajar membuat suasana pembimbingan berjalan efektif.
Inisiatif pengajaran ini lahir dari keinginan untuk memanfaatkan waktu senggang secara produktif dan bermanfaat bagi warga sekitar. "Memanfaatkan waktu istirahat untuk mendampingi adik-adik santri mengaji binnazhar memberikan kepuasan batin tersendiri bagi kami. Selain menjalankan tugas pelayanan di kantor, kami ingin memastikan anak-anak dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwidnya," ujar Abdul Latif, pegawai KUA Wangon yang mengajar santri.
Para santri menyambut bimbingan mengaji ini dengan antusiasme yang tinggi. Bimbingan langsung dari pegawai KUA dinilai memberikan dorongan motivasi tambahan bagi anak-anak untuk makin giat mendalami Al-Qur'an. Pola pendekatan yang ramah dan sabar membuat proses belajar terasa menyenangkan tanpa mengganggu jadwal operasional pelayanan KUA kepada masyarakat umum.
Melalui kegiatan keagamaan yang konsisten ini, KUA Wangon tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan administrasi keagamaan, tetapi juga sebagai pilar pembinaan moral dan spiritual di tingkat kecamatan. Dedikasi para pegawai dalam mengabdi di luar jam operasional diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus merawat tradisi mengaji serta mempererat silaturahmi antara KUA dan warga setempat. (jhr)
