Pengawas PAI Bangkitkan Semangat SMA Karya Bakti Jatilawang untuk Berani Berbeda dan Berprestasi
Jatilawang — Di tengah kesibukan mempersiapkan pelaksanaan tes tengah semester, suasana SMA Karya Bakti Jatilawang mendapat suntikan energi baru. Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Siti Nur Hidayati, yang akrab disapa Inung, hadir memberikan motivasi kepada kepala sekolah, guru, dan siswa untuk terus membangun sekolah yang memiliki karakter dan keunggulan. Inung mengajak seluruh warga sekolah untuk berani menghadirkan program-program yang unik, kreatif, dan berbeda dari sekolah lain sebagai bagian dari strategi membangun daya tarik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. Menurutnya, sekolah yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah dikenali dan memiliki nilai tambah di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin dinamis. Jumat (11/09)
Lebih dari sekadar mengejar capaian akademik, Inung menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi, karakter, dan ketangguhan dalam berjuang. “Jika tidak bisa menjadi yang terbaik, setidaknya milikilah satu prestasi unggulan. Jika prestasi belum ada, jadilah pribadi atau lembaga yang memiliki attitude baik dan berakhlak mulia,” pesannya. Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan membangun sekolah tidak selalu mudah sehingga semangat tidak boleh padam hanya karena menghadapi keterbatasan dan tantangan. Dalam perspektif pendidikan, keberhasilan tidak hanya tercermin dari prestasi yang terukur, tetapi juga dari terbentuknya budaya sekolah yang positif, keteladanan pendidik, serta karakter peserta didik yang mampu menjadi bekal menghadapi kehidupan.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala SMA Karya Bakti Jatilawang Fadil Hisbullah, yang juga merupakan guru PAI, bersama Guru PAI Zaenul Mufti, Waka Kurikulum Elsera Trika Widyastuti, dan Waka Kesiswaan Rya Oktaviani. Mereka menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena motivasi tersebut menjadi pengingat sekaligus “membangunkan” kembali semangat untuk terus berjuang membangun sekolah. Mereka sepakat bahwa guru harus menjadi teladan dalam setiap program dan proses perubahan yang dilakukan. Sementara itu, para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Momentum tersebut menjadi penguat komitmen bersama bahwa SMA Karya Bakti Jatilawang tidak harus menjadi yang terbesar untuk menjadi bermakna; tetapi harus memiliki keunggulan, karakter, dan semangat untuk terus bertumbuh. Nunghied
