Penyintas Kekerasan dari Tanggeran, Temukan Pelabuhan Hati di KUA Somagede
Banyumas – Langit Kecamatan Somagede hari ini terasa lebih cerah bagi Sarinah. Perempuan tangguh asal Desa Tanggeran yang setahun lalu sempat viral akibat kisah pilu penganiayaan yang dialaminya di perantauan, kini resmi memulai babak baru dalam hidupnya. Hari ini, suasana haru dan bahagia menyelimuti Aula Balai Nikah KUA Somagede saat ia mengucap janji suci pernikahan. Jumat (27/03)
Sarinah dipersunting oleh Ibnu Hidayat, seorang pria asal Desa Babakan, Kecamatan Kawunganten, Cilacap. Kehadiran Ibnu bak oase bagi Sarinah, membuktikan bahwa setelah badai besar, selalu ada pelangi yang menanti.
Prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh Kepala KUA Somagede, Fairuz Mustafiq. Menariknya, dalam pernikahan ini, BapakFairuz tidak hanya bertindak sebagai penghulu, tetapi juga sebagai Wali Hakim bagi Sarinah.
Hal ini dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum Islam dan administrasi negara, mengingat status Sarinah sebagai Waladul 'Um. Kehadiran wali hakim memastikan bahwa pernikahan tersebut sah secara syariat maupun hukum negara, memberikan perlindungan penuh bagi status pernikahan keduanya.
Setahun lalu, nama Sarinah memenuhi laman berita karena luka fisik dan trauma mendalam akibat kekejaman majikannya. Namun hari ini, luka itu seolah memudar, berganti dengan senyum malu-malu di balik riasan pengantin. Dukungan dari keluarga, perangkat Desa Tanggeran, dan masyarakat Somagede menjadi pilar utama kekuatan Sarinah untuk kembali membuka hati.
"Pernikahan ini bukan sekadar prosesi ibadah, tapi juga simbol kemenangan bagi seorang penyintas untuk kembali meraih hak bahagianya," ujar salah satu kerabat yang hadir dengan mata berkaca-kaca.
Kini, Sarinah akan diboyong oleh sang suami ke Kawunganten, Cilacap. Doa dari masyarakat terus mengalir agar pernikahan kedua ini menjadi pernikahan yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah, serta menjadi penyembuh bagi segala duka yang pernah ada. (Nuryati)
