Penyuluh Beri Sosialisasi Stunting Kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Sejahtera 3 Kelurahan Mersi
Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
Purwokerto — Langkah pencegahan stunting terus digencarkan hingga ke tingkat kelompok masyarakat. Penyuluh Agama Islam hadir mendampingi para ibu anggota Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Sejahtera 3 Kelurahan Mersi dalam pertemuan rutin bulanan, guna memberikan edukasi pentingnya membangun generasi berkualitas. Rabu (16/09)
Dalam suasana hangat dan komunikatif, penyuluh menyampaikan bahwa benteng utama pencegahan stunting dimulai dari dapur rumah dan pola makan keluarga. Selain memberikan asupan bergizi seimbang untuk balita, perhatian besar juga harus diberikan kepada remaja usia sekolah.
“Mencetak generasi yang kuat dan sehat adalah amanah. Anak-anak remaja kita, terutama remaja putri, harus dipastikan bebas anemia. Selain makanan bergizi dan pola hidup bersih, rutin minum Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi kunci penting agar mereka kelak siap menjadi orang tua yang melahirkan generasi sehat,” terang penyuluh di hadapan para peserta.
Melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan dan pengasuhan keluarga, para anggota KPM diajak untuk lebih peduli terhadap kebiasaan harian anak di rumah, termasuk memastikan konsumsi TTD bagi remaja berjalan secara konsisten.
Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Timur memberikan penyuluhan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Sejahtera 3 Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Kegiatan yang berlangsung di rumah ketua kelompok ini mengusung fokus pada pembentukan generasi berkualitas melalui pencegahan stunting.
Dalam pemaparannya, penyuluh menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam keluarga. Tak hanya fokus pada balita, perhatian khusus juga diarahkan kepada anak usia remaja sebagai calon orang tua di masa depan.
“Pencegahan stunting tidak bisa mendadak saat anak sudah lahir. Kita harus siapkan dari remaja. Anak-anak usia sekolah, khususnya remaja putri, perlu dibiasakan konsumsi makanan bergizi dan rutin minum Tablet Tambah Darah (TTD) agar bebas dari anemia,” ujar Penyuluh Agama Islam dalam arahannya.
Penyuluhan ini juga mengaitkan kepedulian terhadap kesehatan keluarga sebagai bagian dari ajaran agama untuk menyiapkan generasi yang kuat, mandiri, dan berakhlak mulia. Melalui edukasi ini, para anggota KPM Sejahtera 3 diharapkan dapat menularkan pola hidup sehat dan kebiasaan minum TTD bagi anak-anak mereka di rumah. (ys)
