Penyuluh KUA Banyumas Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Stunting untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Berakhlak

Oleh KUA BANYUMAS
SHARE

Banyumas – Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, Penyuluh Agama Islam KUA Banyumas, Irlia Kusdiantasi, terus mengedukasi masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting. Kegiatan ini menjadi bagian dari peran aktif Kementerian Agama dalam membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan berakhlak mulia melalui pendekatan edukasi keagamaan. Peran penyuluh agama dalam edukasi pencegahan stunting juga sejalan dengan berbagai program Kementerian Agama di daerah. Selasa (21/07) 

Dalam sosialisasi tersebut, Irlia Kusdiantasi menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otak, kecerdasan, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak masa remaja, sebelum menikah, selama kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, penyebab, dampak jangka panjang, serta langkah-langkah pencegahan, seperti pemenuhan gizi seimbang sejak hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian MP-ASI bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, melengkapi imunisasi, dan memantau tumbuh kembang anak secara berkala.

Selain menyampaikan informasi kesehatan, Irlia juga mengajak masyarakat untuk memandang upaya menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan umat Islam agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, sehingga setiap orang tua memiliki kewajiban mempersiapkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

"Pencegahan stunting adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Membangun keluarga yang sehat merupakan ikhtiar bersama yang harus dimulai dari rumah, dengan dukungan ilmu agama, pola hidup sehat, dan kepedulian terhadap pemenuhan gizi keluarga," ujar Irlia Kusdiantasi.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KUA Banyumas berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini dan bersama-sama mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berdaya saing, serta memiliki akhlak yang mulia. Sinergi antara keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan penyuluh agama menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka stunting di masyarakat. (Ir)