HUT RI #81

Penyuluh KUA Purwokerto Barat Sampaikan Keteladanan Rasulullah melalui Sirah Nabawiyah

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Purwokerto — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Barat, Iswanto, menyampaikan pesan-pesan keteladanan Nabi Muhammad SAW melalui kajian Sirah Nabawiyah dalam Khutbah Jumat di Masjid Baitul Muttaqin, Kelurahan Rejasari. Jumat (28/08).

Dalam khutbahnya, Iswanto mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sebagai sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan secara seremonial, tetapi perlu dibuktikan dengan memahami perjalanan hidup, perjuangan, akhlak, serta keteladanan beliau.

Melalui pendekatan Sirah Nabawiyah, jamaah diajak mengenal lebih dekat perjalanan dakwah Rasulullah SAW sejak masa awal kenabian hingga perjuangan beliau dalam membangun kehidupan umat yang berlandaskan keimanan, persaudaraan, keadilan, dan akhlak mulia.

“Momentum Maulid Nabi hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk kembali mempelajari perjalanan hidup Rasulullah SAW. Dari sirah beliau, kita dapat mengambil banyak pelajaran tentang kesabaran, kejujuran, kasih sayang, kepemimpinan, dan keteguhan dalam menjalankan dakwah,” tutur Iswanto dalam khutbahnya.

Ia menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, mempelajari sirah tidak hanya bertujuan mengetahui sejarah Nabi, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Iswanto juga mengajak jamaah untuk menjadikan keluarga dan lingkungan masyarakat sebagai ruang utama dalam menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW. Sikap saling menghormati, menjaga silaturahmi, berkata jujur, membantu sesama, serta menghindari perselisihan merupakan bagian dari nilai akhlak yang perlu terus ditumbuhkan.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat saat ini, keteladanan Rasulullah SAW tetap relevan untuk dijadikan pedoman. Umat Islam perlu menghadirkan ajaran Islam melalui perilaku yang santun, damai, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Jangan sampai kita hanya mengenal nama dan sejarah Rasulullah, tetapi jauh dari akhlak beliau. Semangat Maulid Nabi harus mendorong kita untuk semakin dekat dengan sunnah dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata,” pesannya.

Khutbah Jumat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam dalam memberikan penguatan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Dengan penyampaian materi melalui Sirah Nabawiyah, jamaah diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah Islam, tetapi juga mampu mengambil ibrah dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW pun diharapkan menjadi titik refleksi bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW. (is)