HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Perkuat Silaturahmi dengan Kasepuhan Ulama Windunegara

KUA Wangon
KUA Wangon
05 Nov 2026
10x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 05-11-2026 14:44
SHARE

 

Wangon – Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus ngalap berkah ilmu dari para ulama sepuh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon melaksanakan sowan, silaturahmi, dan tabarrukan ke ndalem Mbah Yai Syamsuddin, salah satu kasepuhan ulama di Desa Windunegara. Kunjungan tersebut menjadi momentum berharga untuk menyambung sanad keilmuan, menyerap nasihat, serta menggali nilai-nilai keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat. Kamis (05/11)

Silaturahmi berlangsung penuh keakraban dengan perbincangan hampir dua jam. Berbagai hal dibahas, mulai dari ilmu keislaman, thariqat, hingga dinamika kehidupan keagamaan masyarakat Windunegara. Nasihat dan pengalaman Mbah Yai Syamsuddin memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya menjaga tradisi keilmuan, istiqamah dalam beribadah, serta merawat kehidupan beragama yang berlandaskan keteladanan para ulama.

Di tengah usia yang telah sepuh, Mbah Yai Syamsuddin masih menunjukkan semangat luar biasa dalam menjaga amaliyah keagamaan. Beliau tetap istiqamah mengajar kitab Tafsir Jalalain, melaksanakan sholat Dhuha berjamaah delapan rakaat setiap hari di mushola beliau, serta sholat Awwabin enam rakaat selepas Maghrib yang dilanjutkan dengan sholat tasbih. Selain itu, beliau juga masih rutin berkeliling untuk mengajak masyarakat melaksanakan nariyahan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dan penguatan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Zain, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa sowan kepada ulama sepuh merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan keilmuan dan spiritual. “Kami datang bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi juga ingin tabarrukan, mendengarkan nasihat, dan belajar dari keteladanan beliau. Istiqamah Mbah Yai dalam mengajar Tafsir Jalalain dan menjaga berbagai amaliyah ibadah menjadi pelajaran berharga bahwa ilmu agama harus terus dihidupkan melalui pengajaran, pengamalan, dan keteladanan,” ungkap Zain.

Kegiatan sowan ini menjadi pengingat bagi Penyuluh Agama Islam bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui forum formal, tetapi juga dengan membangun kedekatan kepada ulama, tokoh agama, dan masyarakat. KUA Wangon melalui para penyuluh terus berupaya merawat tradisi keagamaan, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai keislaman yang diwariskan para ulama. Semoga keteladanan Mbah Yai Syamsuddin senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga ilmu, ibadah, dan istiqamah dalam berdakwah.(Srf)