Penyuluh Sampaikan Pesan Pernikahan Lewat Filosofi "Pakaian" bagi Pasangan

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan menyampaikan khutbah nikah di Balai Nikah pada pernikaham Alhamda dan Umi dengan mengangkat tema mendalam mengenai hakikat hubungan suami istri. Dalam khutbahnya, penyuluh mengajak pasangan pengantin untuk memahami makna firman Allah bahwa laki-laki adalah pakaian bagi perempuan, dan perempuan adalah pakaian bagi laki-laki. Kamis (06/08)

Tema ini diangkat sebagai bekal spiritual bagi kedua mempelai dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Filosofi pakaian dipilih karena dianggap mampu menggambarkan secara sederhana namun mendalam tentang fungsi saling melindungi, menutupi kekurangan, dan menjaga kehormatan pasangan dalam ikatan pernikahan.

Zainur, penyuluh yang menyampaikan khutbah nikah tersebut, menjelaskan makna filosofi tersebut kepada pasangan pengantin yang hadir. "Pakaian itu fungsinya menutup aurat, melindungi dari panas dan dingin, serta membuat pemakainya nyaman. Begitu pula suami istri, harus saling menutupi kekurangan pasangannya, saling melindungi, dan saling memberikan rasa nyaman satu sama lain," ujar Zainur.

Ia juga menambahkan bahwa hubungan yang erat antara suami istri diibaratkan seperti pakaian yang selalu melekat dan tidak mudah dilepas begitu saja. "Kedekatan pakaian dengan tubuh itu menggambarkan kedekatan suami istri yang seharusnya tidak terpisahkan. Jika ada kekurangan pada pasangan, bukan untuk dibuka ke orang lain, tapi ditutupi dan diperbaiki bersama," tambahnya.

Melalui khutbah nikah bertema filosofi pakaian ini, penyuluh berharap pasangan pengantin dapat membangun rumah tangga yang harmonis, saling pengertian, dan penuh kasih sayang. Pesan ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pasangan yang hadir bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal, melainkan komitmen untuk saling menjaga dan melengkapi sepanjang hayat. (jhr)