HUT RI #81

Penyuluh Sokaraja Ajak Warga Muslim Rutan IIB Tingkatkan Iman dan Takwa

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Banyumas — Penyuluh Agama Islam Sokaraja, Akhmad Arifudin, mengajak warga binaan pemasyarakatan (WBP) Muslim di Rutan Kelas IIB untuk terus meningkatkan iman dan takwa sebagai bekal meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Jumat (02/10)

Pesan tersebut disampaikan Akhmad Arifudin saat bertindak sebagai khatib salat Jumat. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak hanya berorientasi pada kehidupan dunia, tetapi juga harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Mengawali khutbah, Akhmad Arifudin mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 102:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Menurutnya, ketakwaan bukan hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui perubahan perilaku, kesabaran, kejujuran, introspeksi diri, serta kemauan untuk memperbaiki kesalahan dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Di hadapan jamaah, Akhmad Arifudin memotivasi warga binaan agar tidak menjadikan masa menjalani pembinaan sebagai alasan untuk kehilangan harapan. Sebaliknya, masa tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri selama masih diberikan kesempatan hidup.

Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 53:

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Ayat tersebut menjadi penguat bagi jamaah agar tidak larut dalam penyesalan dan keterpurukan. Kesalahan masa lalu hendaknya dijadikan pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selama kita mau bertaubat, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah, selalu ada jalan menuju kebaikan,” pesan Akhmad Arifudin dalam khutbahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, kedudukan, maupun kesenangan dunia. Kebahagiaan akan tumbuh ketika hati dekat dengan Allah SWT dan kehidupan dijalani dengan penuh keimanan serta ketakwaan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Karena itu, warga binaan diajak memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan pribadi yang lebih baik.

Pesan tersebut juga sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, dan ad-Daruquthni)

Hadis tersebut menjadi motivasi agar setiap orang berusaha memberikan manfaat bagi sesama, termasuk setelah selesai menjalani masa pembinaan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.

Melalui khutbah Jumat tersebut, Akhmad Arifudin menekankan pentingnya niat, doa, ikhtiar dan istiqamah dalam proses perubahan diri. Menurutnya, perubahan tidak selalu terjadi secara instan, tetapi dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Warga binaan diharapkan mampu menjadikan kegiatan keagamaan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membangun karakter positif. Dengan iman dan takwa yang semakin kuat, mereka diharapkan mampu menatap masa depan dengan optimisme dan menjadi pribadi yang lebih baik serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.