HUT RI #81

Penyuluh Tekankan Pentingnya Zakat Lewat UPZ

K
KUA Wangon
16 Mar 2026
19x dibaca
SHARE

Banyumas - Penyuluh Tekankan Pentingnya Zakat Lewat UPZ di Masjid Al Huda Bojong. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan zakat yang terorganisasi terus ditingkatkan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam di wilayah Wangon. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, digelar kegiatan penyuluhan khusus di Masjid Al Huda, Grumbul Bojong, Desa Klapagading Kulon, yang memfokuskan pada peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi warga agar menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi guna memastikan pendistribusian yang lebih merata dan tepat sasaran bagi asnaf yang membutuhkan. Senin (16/03/26)

Penyuluhan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh tokoh masyarakat dan jamaah setempat yang antusias mendalami fiqih zakat kontemporer. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa UPZ di tingkat desa atau masjid memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan BAZNAS untuk menjangkau muzaki di akar rumput. Dengan pengelolaan yang transparan dan profesional, potensi zakat di wilayah Bojong diharapkan dapat dioptimalkan untuk program pemberdayaan ekonomi umat serta bantuan sosial bagi warga kurang mampu.

Joharulloh, selaku Penyuluh Agama Islam yang menjadi narasumber utama, menekankan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, melainkan instrumen pemerataan kesejahteraan. Ia mengajak warga untuk menumbuhkan kepercayaan kepada UPZ masjid sebagai wadah resmi yang amanah dalam mengelola dana umat sesuai tuntunan syariat.

"Zakat yang dikelola melalui UPZ memiliki dampak yang lebih luas karena penyalurannya terdata dan terencana dengan baik. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang dikeluarkan warga Bojong benar-benar menjadi solusi bagi kemiskinan di lingkungan terdekat kita sendiri," ujar Joharulloh di hadapan para jamaah.

Apresiasi positif datang dari warga yang hadir, salah satunya adalah Apri Ahmadi. Sebagai warga Bojong, ia mengaku mendapatkan pencerahan baru mengenai tata cara penghitungan zakat mal dan manfaat besar jika zakat tersebut dikumpulkan secara kolektif melalui pengurus masjid yang telah dibentuk sebagai UPZ.

"Penyuluhan seperti ini sangat kami butuhkan agar warga tidak ragu lagi dalam menyalurkan zakatnya. Kami jadi lebih paham bahwa dengan berzakat lewat UPZ, kita tidak hanya menggugurkan kewajiban, tapi juga ikut membantu tetangga sekitar yang sedang kesulitan secara lebih terorganisir," ungkap Apri Ahmadi. Acara tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara pengurus masjid dan penyuluh untuk terus mengawal optimalisasi dana umat demi kemaslahatan warga Klapagading Kulon. (jhr)