Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Penyuluh KUA Sumbang Berikan Bimbingan Kepada Siswa dan Wali Murid TK Diponegoro 184 Sumbang
Oleh HUMAS
Sumbang — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, TK Diponegoro 184 Sumbang menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan keagamaan yang diikuti oleh para siswa beserta wali murid, pukul 08.00 WIB. Jumat (28/08)
Kegiatan tersebut menghadirkan Alfiatun, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sumbang, sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keceriaan dan kekhidmatan, dengan materi yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Dalam penyampaiannya, Alfiatun mengajak para siswa untuk mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW dengan meneladani akhlak mulia beliau. Anak-anak diajak untuk membiasakan diri berkata jujur, menyayangi orang tua dan guru, senang berbagi, rajin beribadah, serta menyayangi sesama.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak usia dini dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Alfiatun.
Kepada para wali murid, disampaikan pula pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan akhlak anak. Orang tua diharapkan menjadi teladan utama bagi anak melalui pembiasaan perilaku baik di rumah, seperti mengajarkan doa sehari-hari, membiasakan salam, berkata sopan, menghormati orang lain, serta mengenalkan kisah-kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan semakin menarik dengan penyampaian materi yang diselingi interaksi bersama anak-anak, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan suasana yang menyenangkan.
Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan ini, diharapkan para siswa TK Diponegoro 184 Sumbang semakin mengenal sosok Nabi Muhammad SAW dan tumbuh menjadi anak-anak yang berakhlak mulia. Sementara bagi para wali murid, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan penyuluh agama dalam memberikan pendidikan karakter dan keagamaan kepada generasi penerus.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk menanamkan cinta Rasul sejak dini, karena anak yang mengenal dan mencintai Rasulullah akan memiliki teladan terbaik dalam membangun akhlak dan kepribadiannya.
