Perkuat Ketahanan Mental, Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah MT Sifaul Qulub Teladani Sikap Sabar
Oleh HUMAS
Gumelar – Sikap sabar merupakan pondasi spiritual yang krusial dalam menghadapi berbagai dinamika dan ujian kehidupan. Hal tersebut menjadi inti pesan dalam kegiatan penyuluhan keagamaan yang diselenggarakan di Majelis Taklim (MT) Sifaul Qulub, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Rabu (13/05)
Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, memaparkan materi bertema "Sabar Menghadapi Musibah" di hadapan jamaah yang hadir dengan khidmat. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa musibah sejatinya bukanlah bentuk hukuman, melainkan sarana dari Allah SWT untuk meningkatkan derajat keimanan seorang hamba.
Dalam sesi tersebut, Kambali meluruskan persepsi mengenai definisi sabar dalam Islam. Menurutnya, sabar bukan berarti sikap pasif atau menyerah begitu saja pada keadaan.
"Sabar adalah kemampuan mengendalikan diri dari keluh kesah serta tetap istiqomah dalam menjalankan ketaatan meskipun sedang berada di tengah kesulitan," jelasnya. Beliau juga mengingatkan keutamaan sifat ini dengan mengutip nilai Al-Qur'an bahwa Allah SWT senantiasa membersamai orang-orang yang sabar (Ma'allahu ma'as shabirin).
Langkah Praktis Menghadapi Ujian
Untuk mengimplementasikan nilai kesabaran, penyuluhan ini merumuskan tiga langkah praktis bagi masyarakat saat tertimpa musibah:
-
Ikhlas dan Ridho: Menerima ketetapan takdir dengan hati yang lapang.
-
Ikhtiar Maksimal: Tetap berupaya mencari solusi terbaik yang sesuai dengan syariat.
-
Tawakal dan Doa: Menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada Allah SWT setelah usaha dilakukan secara maksimal.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini juga menekankan pentingnya sikap saling menguatkan (ta’awun) antarwarga Desa Cihonje. Masyarakat diharapkan sigap membantu sesama anggota masyarakat lain yang sedang tertimpa musibah agar tercipta tatanan sosial yang harmonis dan rukun.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari program rutin KUA Gumelar untuk memperkuat literasi keagamaan dan ketahanan mental spiritual masyarakat. Dengan penguatan iman yang berkelanjutan, diharapkan warga memiliki keteguhan hati yang kuat dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan sosial.
