HUT RI #81

Perkuat Pemahaman Ibadah Umat, Penyuluh KUA Jatilawang Asuh Kajian Fikih di Majelis Taklim Nurul Huda Kedungwringin

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
08 Okt 2026
6x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 08-10-2026 16:15
SHARE

Jatilawang — Kegiatan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat terus digalakkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang demi meningkatkan kualitas ibadah umat Islam. Pada pekan ini, agenda pengajian rutin kembali digelar dengan menyasar para jamaah di wilayah pedesaan secara konsisten. Kamis (08/10)

Kegiatan rutin tersebut dilaksanakan di Majelis Taklim Nurul Huda yang terletak di Desa Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang. Majelis taklim ini dikenal aktif dan selalu antusias dalam mengikuti berbagai program pencerahan keagamaan yang diselenggarakan secara berkala.

Adapun waktu pelaksanaan kajian keagamaan ini bertempat pada hari Selasa malam Rabu, tepatnya dilaksanakan setiap habis waktu salat Maghrib. Pemilihan waktu selepas maghrib dinilai sangat strategis karena memberikan kesempatan luas bagi warga untuk hadir tanpa mengganggu aktivitas harian mereka.

Bertindak sebagai pemateri utama dalam majelis taklim tersebut adalah Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Rais Rudiansyah. Kehadiran beliau disambut dengan penuh kehangatan oleh para pengurus serta puluhan jamaah Majelis Taklim Nurul Huda.

Dalam kesempatan tersebut, materi inti yang dikaji berfokus pada bidang ilmu fikih, yakni membahas bab spesifik mengenai waktu-waktu yang diharamkan untuk melaksanakan salat. Tema ini dipilih karena masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami rincian waktu larangan tersebut dalam ilmu fikih.

Dengan gaya penyampaian yang lugas, sistematis, dan mudah dipahami, Rais Rudiansyah merinci berbagai batasan waktu yang tidak diperbolehkan untuk mendirikan salat sunnah mutlak. Penjelasan teoretis tersebut dipadukan dengan contoh-contoh praktis agar jamaah dapat langsung mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Para jamaah yang hadir tampak menyimak setiap pemaparan materi dengan penuh khidmat dan antusiasme tinggi. Suasana majelis terasa semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab interaktif di penghujung kajian berlangsung.

Banyak jamaah yang memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai persoalan ibadah sehari-hari yang mereka hadapi. Rais Rudiansyah memberikan jawaban dan solusi yang solutif serta mencerahkan atas setiap pertanyaan yang diajukan oleh para jamaah.

Seluruh rangkaian kegiatan pengajian rutin malam itu berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Agenda keagamaan ini kemudian ditutup secara bersama-sama dengan pelaksanaan ibadah salat Isya secara berjamaah di musola atau masjid setempat.