Pesan Penyuluh di Muslimat Cirahab : Bijak Jaga Lisan, Waspadai Fitnah dan Ujaran Kebencian
Jatilawang – Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, melaksanakan bimbingan penyuluhan agama bersama Muslimat Cirahab dengan materi “Ketika Lisan Lebih Tajam daripada Pedang: Bahaya Fitnah dan Ujaran Kebencian.” Kegiatan ini mengajak jamaah menyadari pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari kesempurnaan akhlak seorang muslim. Kamis (05/11)
Dalam penyampaiannya, Muhammad Taubah mengingatkan bahwa sepatah kata yang terucap dapat meninggalkan luka mendalam, meretakkan persaudaraan, bahkan menyalakan api permusuhan. Terlebih di era digital, fitnah dan ujaran kebencian dapat menyebar luas hanya melalui sentuhan jari, tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan kebenaran dan akibatnya.
Ia mengajak jamaah membiasakan tabayun sebelum menyampaikan informasi, menghindari ghibah dan fitnah, serta menjadikan perkataan sebagai jalan menebar kebaikan. Sebab, kemuliaan seorang muslim tidak hanya tercermin dari ibadahnya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga lisan agar tidak menyakiti sesama.
Melalui bimbingan tersebut, jamaah diharapkan semakin bijak dalam bertutur kata, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun bermedia sosial. Sebab, lisan yang terjaga dapat merawat persaudaraan, sementara kata-kata yang penuh kebencian hanya meninggalkan luka dan menjauhkan manusia dari keberkahan.
