PKUB Kedungbanteng Gelar FGD Bersama Penyuluh untuk Perkuat Kerukunan Umat Beragama
Oleh KUA Kedungbanteng
Kedungbanteng – Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan Kedungbanteng menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungbanteng di Rumah Makan Pipir, Blumbang, Keniten. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala KUA Kedungbanteng, para Penyuluh Agama Islam, pengurus PKUB, serta anggota PKUB. Rabu (17/06)
FGD diselenggarakan sebagai upaya memperkuat sinergi antara PKUB dan Penyuluh Agama Islam dalam menjaga serta meningkatkan kerukunan umat beragama di wilayah Kecamatan Kedungbanteng. Selain menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk merumuskan strategi komunikasi persuasif yang efektif dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua PKUB yang menyampaikan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam merawat kerukunan yang selama ini telah terjalin dengan baik. Menurutnya, keberagaman yang ada di masyarakat harus dipandang sebagai kekuatan yang dapat mempererat persaudaraan apabila dikelola dengan komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, serta semangat gotong royong.
Dalam sambutannya, Ketua PKUB juga mengapresiasi keterlibatan aktif para Penyuluh Agama Islam yang selama ini menjadi mitra strategis dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga berbagai potensi permasalahan sosial maupun keagamaan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
Sementara itu, Kepala KUA Kedungbanteng, Heru Purwanto, menyampaikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif PKUB dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal penting dalam pembangunan masyarakat yang damai dan sejahtera. Oleh karena itu, kolaborasi antara KUA, penyuluh agama, dan PKUB perlu terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan partisipatif.
Pada sesi diskusi, peserta membahas berbagai isu yang berkembang di masyarakat serta strategi komunikasi yang dapat digunakan untuk membangun pemahaman yang baik di tengah keberagaman. Para peserta juga saling berbagi pengalaman mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menjaga keharmonisan sosial, mencegah kesalahpahaman, serta menyelesaikan perbedaan pendapat melalui pendekatan yang santun dan persuasif.
Selain membahas strategi komunikasi, forum juga menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan kepedulian sosial sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Para peserta sepakat bahwa komunikasi yang mengedepankan dialog, empati, dan penghormatan terhadap perbedaan merupakan langkah yang efektif dalam menjaga persatuan dan mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Pengurus dan anggota PKUB memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan, pengalaman, serta harapan terkait upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama di wilayah Kecamatan Kedungbanteng. Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi PKUB dan para penyuluh agama dalam menyusun program kerja yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui FGD ini, PKUB berharap terbangun komitmen bersama antara seluruh peserta untuk terus menjaga komunikasi, mempererat kerja sama, dan memperkuat semangat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan sinergi yang baik antara PKUB, KUA, dan para penyuluh agama, diharapkan kerukunan umat beragama di Kecamatan Kedungbanteng dapat terus terjaga dan menjadi contoh bagi masyarakat luas.
