Selesaikan Masalah Rumah Tangga Lewat Musyawarah dan Kepala Dingin
Oleh KUA Wangon
Bayumas - Suasana haru dan sarat akan kekhusyukan menyelimuti majelis pernikahan sebelum pengucapan kalimat ijab kabul. Sebelum momen sakral penyerahan tanggung jawab tersebut dilangsungkan, Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon meluangkan waktu khusus untuk memberikan pembekalan rohani kepada calon pengantin. Langkah ini dilakukan guna memberikan bekal mental dan pemahaman mendalam mengenai pentingnya mengelola komunikasi yang sehat dalam kehidupan berumah tangga. Kamis (13/08)
Dalam prosesi nasihat pernikahan tersebut, penekanan utama diberikan pada kesiapan mental kedua mempelai saat nantinya menghadapi perbedaan pendapat di masa depan. Dinamika dan perbedaan sudut pandang ditegaskan sebagai hal yang wajar dalam menyatukan dua kepala dan dua keluarga yang berbeda latar belakang. Oleh karena itu, kemampuan mengendalikan emosi serta memilih tutur kata yang bijak menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan serta kedamaian bahtera rumah tangga.
Hadir memimpin jalannya prosesi sakral tersebut, Fairuz Malaya selaku Penghulu menyampaikan wejangan mendalam di hadapan kedua calon pengantin beserta para saksi dan keluarga besar. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah pernikahan tidak hanya diukur dari indahnya momen akad, tetapi dari sejauh mana pasangan suami istri mampu saling meredam ego dan menyelesaikan setiap ujian rumah tangga secara bijaksana.
Dalam pesannya yang disampaikan secara khidmat sebelum ijab kabul Riski dan Iswiyati Desa Randegan diikrarkan, Fairuz Malaya menggarisbawahi pentingnya keterbukaan dan musyawarah. "Selesaikan setiap perbedaan pendapat dan masalah keluarga dengan kepala dingin, musyawarah, serta kata-kata yang menenangkan. Jangan biarkan emosi sesaat merusak ikatan suci ini, karena sejatinya rumah tangga yang kokoh dibangun di atas pilar saling mendengarkan dan menurunkan ego demi mencari solusi terbaik bersama," ujar Fairuz Malaya.
Rangkaian pembekalan rohani tersebut kemudian diakhiri dengan doa khusyuk agar seluruh prosesi ijab kabul berjalan lancar dan pernikahan yang dibina senantiasa dilimpahi keberkahan. Usai nasihat disampaikan, prosesi akad nikah pun dilangsungkan dengan penuh keheningan dan keharuan. Diharapkan pesan moral mengenai pentingnya musyawarah dan komunikasi yang menenangkan ini dapat terus diresapi oleh kedua mempelai hingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. (jhr)
