Semaian Cahaya Asmaul Husna dan Al-Quran pada Anak-Anak MT An-Najah Selandaka

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh - Setiap sore menjelang malam, Mushola Kedung Santen di Selandaka selalu punya cerita indah tentang syiar Al-Qur'an. Begitu salam penutup sholat Maghrib berjamaah selesai diucapkan, ruangan mushola langsung bergema oleh lantunan Asmaul Husna yang dibawakan dengan penuh semangat oleh anak-anak Majelis Taklim An-Najah. Kamis (25/06)

Ini adalah potret kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang telaten diampu oleh Laeli Najihah, Penyuluh Agama Islam dari KUA Sumpiuh. Demi memastikan kualitas bacaan generasi penerus ini, ia memilih metode klasik yang terbukti efektif: sistem sorogan.

Satu per satu anak mengantre dengan sabar, membawa buku Iqro' atau mushaf Al-Qur'an mereka. Di hadapan sang penyuluh, mereka membaca sesuai dengan tingkat kemampuannya. Di sinilah letak keistimewaannya; Laeli dengan jeli langsung memberikan koreksi dan menyisipkan materi tajwid begitu anak melakukan kesalahan atau melewati hukum bacaan tertentu. Pendekatan privat ini membuat anak-anak lebih cepat paham kapan harus membaca mendengung, panjang, atau jelas sesuai dengan ayat yang sedang mereka hafalkan atau baca saat itu juga.

Melalui konsistensi kegiatan ba'da Maghrib ini, Mushola Kedung Santen bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan telah menjelma menjadi laboratorium peradaban tempat karakter mulia dan generasi pencinta Al-Qur'an di Selandaka ditempa.