HUT RI #81

Sertijab Kepala MTsN 2 Banyumas, Kakankemenag Banyumas Pesankan 5 Prinsip Dedikasi dan Pengabdian

HUMAS
HUMAS
10 Okt 2026
36x dibaca
SHARE

Banyumas - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, menyampaikan pesan mendalam saat menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala MTs Negeri 2 Banyumas. Sertijab tersebut menandai peralihan kepemimpinan dari Atik Restusari kepada Jumadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala MTs Negeri 1 Wonosobo. Sabtu (10/10)

Mengutip filosofi kebijaksanaan Prabu Kresna dalam epos Mahabharata dan kitab suci Bhagavad Gita, Ibnu mengawali sambutannya dengan mengingatkan bahwa kehidupan pada hakikatnya adalah panggung sandiwara di mana setiap individu dituntut menjadi aktor terbaik dalam menjalankan perannya.

"Hidup ini hanya sekadar lakon, kita harus mampu menjadi aktor terbaik di manapun berada dengan melaksanakan tugas dan kewajiban," ujar Kakankemenag Banyumas.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya pemahaman atas ajaran Swadharma (kewajiban hidup dan tugas yang telah ditentukan) serta Nishkama Karma (bekerja dengan ikhlas tanpa memikirkan pamrih). Ibnu memberikan lima pesan filosofis dan panduan moral bagi pejabat yang mengalami mutasi serta seluruh jajaran yang hadir:

  1. Menerima Tanggung Jawab Baru dengan Sepenuh Hati

    Menghadapi penugasan atau posisi baru yang belum sepenuhnya dikuasai, Ibnu mengingatkan agar fokus pada tugas pribadi ketimbang membandingkan diri dengan orang lain. "Lebih baik melaksanakan tugas sendiri dengan tidak sempurna daripada menguasai tugas orang lain dengan sempurna..." (Bhagavad Gita 3.35).

  2. Fokus pada Proses Kerja, Bukan Hasil Akhir

    Mutasi sering kali menimbulkan kecemasan terkait target, fasilitas, maupun kenyamanan. Kemenag menegaskan bahwa kewajiban utama manusia adalah berupaya sebaik mungkin. "Kau berhak atas tindakanmu, tetapi tidak pernah atas hasil dari tindakanmu..." (Bhagavad Gita 2.47).

  3. Beradaptasi terhadap Perubahan Lingkungan

    Perpindahan tempat kerja menuntut kedewasaan dalam beradaptasi dengan suasana dan rekan kerja baru. Mengutip pesan Kresna, Ibnu mengimbau agar tetap tenang menghadapi pasang surut situasi. "Alami dingin atau panas, kesenangan atau penderitaan. Pengalaman-pengalaman ini bersifat sementara..." (Bhagavad Gita 2.14).

  4. Menjaga Integritas dan Perilaku

    Jabatan dan posisi tidak serta-merta menentukan nilai seorang manusia, melainkan kontribusi dan perilakunya. "Tugas dari seorang manusia tidak membuat dia besar atau kecil. Perilaku dialah yang membuat dirinya besar atau kecil."

  5. Pengabdian di Tengah Dinamika Kerja

    Ibnu mencontohkan keteladanan Prabu Kresna yang meskipun seorang raja dan titisan dewa, rela mengambil peran sebagai kusir kereta demi menegakkan kebenaran (dharma). "Laksanakanlah kewajibanmu, karena sesungguhnya berbuat (bekerja) jauh lebih baik daripada berdiam diri," pungkasnya seraya mengajak seluruh aparatur untuk terus mendedikasikan diri melalui kerja nyata.

Acara sertijab yang berlangsung penuh kekhidmatan di Tambak ini diharapkan menjadi awal dari semangat baru bagi MTsN 2 Banyumas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.