SMK YPE Sumpiuh Perkuat Habituasi PAI di Sekolah
Oleh HUMAS
Sumpiuh — Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melaksanakan monitoring kegiatan PAI sekaligus memberikan penguatan dan motivasi kepada Guru PAI di SMK YPE Sumpiuh. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membangun habituasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan warga sekolah. Jumat (21/08)
Pengawas PAI Kankemenag Banyumas, Dudiyono, mendorong Guru PAI untuk terus melakukan upgrade diri melalui peningkatan literasi dan kompetensi. Menurutnya, Guru PAI memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter peserta didik melalui pembiasaan nilai-nilai agama. Karena itu, siswa perlu dibiasakan membaca Al-Qur’an, melaksanakan ibadah, serta dilakukan pemetaan kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) agar pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik.
Kepala SMK YPE Sumpiuh, Waryan, menyampaikan bahwa sekolahnya memiliki jargon KEREN, yaitu Kreatif, Enerjik, Inovatif, dan Religius. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi seluruh warga sekolah, terutama Guru PAI sebagai salah satu penguat pondasi karakter peserta didik. Kreativitas, semangat, dan inovasi akan semakin bermakna apabila dilandasi nilai-nilai keislaman melalui pembiasaan ibadah, keteladanan, serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, jargon KEREN tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan prestasi warga sekolah.
Sementara itu, Guru PAI SMK YPE Sumpiuh, Agus Khozin, menjelaskan bahwa pembelajaran PAI dilaksanakan secara menyenangkan, bermakna, dan penuh keberkahan. Kegiatan diawali dengan membaca Asmaul Husna dan tadarus Al-Qur’an secara bergiliran, satu siswa satu ayat. Pendalaman materi dilakukan melalui analisis dan pengamatan dengan memanfaatkan teknologi AI untuk memperluas wawasan peserta didik, kemudian dilanjutkan dengan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Habituasi tersebut diperkuat melalui sholat duha berjamaah, tadarus, sholat Dhuhur berjamaah, serta kegiatan peringatan hari besar Islam. Pola pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga berkarakter religius, terbiasa beribadah, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
