Tangan-Tangan Tulus Untuk Menguatkan dan Menemani

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Di balik pintu ruang perawatan Puskesmas Kecamatan Jatilawang, tersimpan kisah-kisah tentang perjuangan, kesabaran, dan harapan. Di tempat itulah manusia belajar bahwa kesehatan adalah nikmat yang sering kali baru disadari nilainya ketika tubuh mulai melemah. Namun di tengah ujian itu pula, Allah SWT menghadirkan tangan-tangan yang tulus untuk menguatkan, menemani, dan mengingatkan bahwa harapan tidak pernah benar-benar padam. Selasa (30/06)

Semangat pelayanan tersebut diwujudkan oleh Ahmad Muttaqin, Dedy Purwanto Adi Saputra, Rais Rudiansyah, dan Dwi Astuti, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, yang melaksanakan pendampingan spiritual kepada Hartono, warga Desa Karanglewas, yang sedang menjalani perawatan akibat vertigo di Puskesmas Kecamatan Jatilawang.

Dalam kunjungan yang berlangsung dengan penuh kehangatan, para penyuluh agama memberikan bimbingan mengenai tata cara tayamum dan pelaksanaan shalat bagi orang yang sedang sakit. Pendampingan tersebut bertujuan agar Hartono tetap dapat menjalankan kewajiban ibadah sesuai dengan tuntunan syariat Islam meskipun kondisi kesehatannya sedang membatasi aktivitas. Penjelasan disampaikan dengan sabar, penuh empati, dan mudah dipahami, sehingga menghadirkan ketenangan sekaligus keyakinan bahwa Islam senantiasa memberikan kemudahan bagi setiap hamba dalam berbagai keadaan.

Selain memberikan bimbingan ibadah, Ahmad Muttaqin, Dedy Purwanto Adi Saputra, Rais Rudiansyah, dan Dwi Astuti juga memanjatkan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar Hartono segera diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, dikuatkan lahir dan batinnya, serta diberi kemudahan dalam setiap proses pengobatan yang sedang dijalani.

Tak hanya doa, mereka juga menyampaikan motivasi yang menyejukkan hati. Dengan tutur kata yang lembut, para penyuluh mengajak Hartono untuk tetap bersabar, menjaga semangat, dan tidak kehilangan harapan. Mereka mengingatkan bahwa setiap ujian adalah kesempatan untuk semakin mendekat kepada Allah SWT, memperbanyak doa, dan memperkuat keyakinan bahwa di balik setiap kesulitan selalu tersimpan kemudahan yang telah Allah persiapkan.

Suasana ruang perawatan yang semula dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih teduh. Wajah Hartono dan keluarganya memancarkan ketenangan setelah mendapatkan pendampingan rohani. Kehadiran para penyuluh agama menjadi bukti bahwa perhatian yang tulus, doa yang dipanjatkan bersama, dan kata-kata yang menguatkan mampu menghadirkan energi positif di tengah proses penyembuhan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Jatilawang dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Penyuluh agama tidak hanya hadir di ruang-ruang pengajian, tetapi juga mendatangi mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan, agar kebutuhan spiritual tetap terpenuhi seiring dengan ikhtiar medis yang dilakukan.

Bagi Ahmad Muttaqin, Dedy Purwanto Adi Saputra, Rais Rudiansyah, dan Dwi Astuti, menjenguk serta mendampingi orang yang sedang sakit merupakan perwujudan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan persaudaraan. Mengajarkan cara beribadah dalam keterbatasan, mendoakan dengan penuh keikhlasan, serta menumbuhkan semangat hidup adalah bagian dari pengabdian yang tidak selalu terlihat, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam.

Kisah sederhana dari ruang perawatan Puskesmas Kecamatan Jatilawang ini menjadi pengingat bahwa di saat tubuh sedang lemah, hati justru membutuhkan kekuatan yang lebih besar. Kekuatan itu lahir dari keyakinan kepada Allah SWT, dari doa-doa yang dipanjatkan dengan tulus, dan dari kehadiran sesama yang rela berbagi empati tanpa mengharap balasan.

Semoga Hartono segera dianugerahi kesembuhan yang sempurna, dipulihkan kesehatannya, dan dapat kembali beraktivitas bersama keluarga serta masyarakat. Semoga setiap langkah pengabdian Ahmad Muttaqin, Dedy Purwanto Adi Saputra, Rais Rudiansyah, dan Dwi Astuti menjadi amal jariah yang terus mengalir pahalanya. Sebab, ketika ilmu diajarkan dengan kelembutan, doa dipanjatkan dengan keikhlasan, dan kepedulian diwujudkan dalam tindakan nyata, di sanalah cahaya Islam memancar sebagai rahmat bagi sesama dan menjadi peneguh harapan bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kehidupan.