Tekan Angka Stunting, Penyuluh KUA Somagede Gencarkan Edukasi Cegah Perkawinan Anak di Majelis Taklim

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede – Upaya pencegahan stunting terus digalakkan dari berbagai lini, tidak terkecuali melalui pendekatan keagamaan. Penyuluh Agama Islam KUA Somagede, Nuryati, hadir di tengah-tengah jamaah Majelis Taklim (MT) Mar'atus Shalihah untuk memberikan bimbingan penyuluhan yang bertempat di Masjid Nurul Hikmah, Grumbul Karanganyar, Desa Somagede. Selasa (30/06)

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Seluruh jamaah bersama-sama melaksanakan tadarus bersama, membaca Surah Ar-Ra’d ayat 1 hingga 26. Suasana religius ini menjadi fondasi penting sebelum memasuki sesi inti penyuluhan.

Dalam inti penyuluhannya, Nuryati, membawa misi penting mengenai aksi pencegahan stunting. Ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi setelah anak lahir, tetapi harus ditarik jauh ke hulu, yaitu sejak masa persiapan sebelum menikah.

Salah satu peran vital Kantor Urusan Agama (KUA) dalam hal ini adalah mencegah terjadinya perkawinan pada anak (pernikahan dini).

"Perkawinan anak usia dini memiliki korelasi erat dengan melonjaknya angka stunting. Secara fisik dan psikologis, anak-anak yang menikah di usia terlalu muda belum siap untuk mengandung dan melahirkan. Hal ini berisiko tinggi melahirkan anak yang mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting," jelas Nuryati di hadapan para jamaah.

Melalui mimbar Majelis Taklim Mar'atus Shalihah, KUA Somagede mengajak para ibu untuk menjadi benteng utama di keluarga masing-masing. Jamaah diimbau untuk:

  • Memastikan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan minimal hingga usia matang nikah.

  • Memahami undang-undang perkawinan terkait batasan usia minimal menikah.

  • Menjaga kesehatan reproduksi remaja sebagai investasi generasi masa depan yang sehat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para jamaah Masjid Nurul Hikmah. Mereka menilai edukasi seperti ini sangat membuka wawasan, bahwa urusan agama, keharmonisan rumah tangga, dan kesehatan anak saling berkaitan erat.

Dengan adanya sinergi antara bimbingan keagamaan dan penyuluhan kesehatan ini, diharapkan Desa Somagede dapat mencetak generasi emas yang bebas stunting serta mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. (NurY)