Tingkatkan Kualitas Ibadah, Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah MT Hijrotunnisa Raih Sholat Khusyuk
Oleh HUMAS
Gumelar – Sholat bukan sekadar gerakan fisik atau rutinitas harian, melainkan sarana komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Oleh karena itu, kekhusyukan menjadi ruh utama yang menentukan kualitas dari ibadah sholat tersebut. Selasa (02/06)
Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, saat memberikan materi penyuluhan keagamaan di hadapan jamaah Majelis Taklim (MT) Hijrotunnisa. Kegiatan yang mengusung tema "Meningkatkan Kekhusyukan dalam Sholat" tersebut berlangsung dengan khidmat di lingkungan RW 08, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar.
Dalam pemaparannya, Kambali menekankan lima poin utama yang menjadi kunci penting bagi umat Muslim untuk meraih sholat yang khusyu':
-
Pentingnya Kehadiran Hati (Hudhurul Qalb): Sholat yang khusyu' harus diawali dengan niat yang tulus. Sebelum takbiratul ihram, jamaah diimbau sejenak menenangkan pikiran dan menyadari sepenuhnya bahwa mereka sedang menghadap Allah SWT.
-
Memahami Makna Bacaan: Salah satu penghambat utama kekhusyukan adalah ketidaktahuan atas apa yang diucapkan. Dengan berusaha mempelajari dan meresapi arti dari setiap bacaan sholat—mulai dari takbir hingga salam—pikiran akan terbantu untuk tetap fokus.
-
Menjaga Pandangan dan Adab: Jamaah diajak untuk memfokuskan pandangan ke tempat sujud serta menghindari gerakan-gerakan yang tidak perlu. Menjaga kebersihan tempat serta adab berpakaian yang rapi juga dinilai sangat mendukung kekhusyukan.
-
Membangun Kesadaran "Ihsan": Menumbuhkan perasaan bahwa diri selalu berada dalam pengawasan Allah SWT saat sholat. Kesadaran ini akan melahirkan rasa malu jika ibadah dilakukan secara tergesa-gesa atau tidak sungguh-sungguh.
-
Menenangkan Gerakan (Thuma'ninah): Kekhusyukan berbanding lurus dengan ketenangan. Memberikan jeda waktu yang cukup dan tidak terburu-buru saat ruku', i'tidal, maupun sujud merupakan kewajiban yang menjadi kunci ketenangan batin.
Di akhir penyuluhan, Kambali memberikan pesan penutup yang memotivasi para jamaah. Ia mengingatkan bahwa merajut sholat yang khusyu' merupakan sebuah proses latihan yang berkesinambungan (mujahadah).
"Jangan berkecil hati jika sesekali pikiran masih melayang. Teruslah berusaha menghadirkan hati setiap kali mendengar suara adzan, karena kualitas sholat kita akan berdampak langsung pada ketenangan jiwa dan kualitas hidup kita sehari-hari di tengah masyarakat," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan materi yang disampaikan tidak hanya membawa keberkahan dan peningkatan spiritual bagi seluruh jamaah MT Hijrotunnisa, tetapi juga mempererat jalinan silaturahmi antarwarga di lingkungan RW 08 Desa Cihonje.
