Tingkatkan Pemahaman Keagamaan, Penyuluh Agama Islam Paparkan 5 Perkara yang Dianjurkan Bersegera

Oleh KUA PURWOKERTO TIMUR
SHARE

Purwokerto – Majelis Taklim Nurunnisa Musala Al-Ikhlas, Kelurahan Kranji, mengikuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan. Kegiatan rutin ini menghadirkan Yayuk Septimawati, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Timur, sebagai narasumber utama. Senin (27/7).

Dalam ceramahnya, Yayuk menekankan pentingnya mengontrol sifat tergesa-gesa dalam kehidupan sehari-hari, mengingat secara umum sifat tersebut berakar dari godaan setan. Namun, merujuk pada pemikiran Hatim Al-Asam dalam kitab Nashaihul 'Ibad, ia menjelaskan bahwa terdapat lima perkara khusus yang justru dianjurkan untuk disegerakan.

"Islam mengajarkan kita untuk tidak tergesa-gesa. Meski demikian, ada exception atau pengecualian dalam lima hal, di antaranya menjamu tamu, memulasarakan jenazah, menikahkan anak perempuan yang sudah baligh, membayar utang, serta bertaubat dari dosa," terang Yayuk di hadapan para jamaah.

Yayuk menguraikan bahwa menjamu tamu dengan baik mengandung keutamaan pahala yang besar, bahkan dijauhkan dari api neraka. Begitu pula dengan memulasarakan mayat serta menyegerakan taubat.

"Bahkan Rasulullah SAW yang bersifat ma'sum atau terbebas dari dosa pun senantiasa memperbanyak istigfar setiap hari. Ini menjadi teladan bagi kita untuk tidak menunda-nunda taubat," tambahnya.

Sesaat setelah kegiatan taklim usai, Yanti Sudrajat selaku Ketua Majelis Taklim Nurunnisa menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas materi yang disampaikan.

"Materi yang disampaikan Ibu Yayuk sangat menyejukkan sekaligus menambah wawasan kami. Penyampaiannya runtut dan berpatokan pada hadis serta kitab yang jelas. Kami jadi lebih paham mana hal yang harus dilakukan dengan tenang dan hati-hati, serta mana perkara kebaikan yang memang harus disegerakan," tutur Yanti. (jw)