Wujudkan Generasi Sehat Berkarakter, KKM MI Patikraja Gelar Pelatihan Dokter Kecil Berbasis Panca Cinta
Oleh HUMAS
Patikraja – Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) Kecamatan Patikraja sukses menggelar agenda strategis berupa Pelatihan Dokter Kecil dan Guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) secara mandiri. Mengambil tempat di kompleks MI Ma'arif NU Patikraja, kegiatan intensif yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini ditujukan khusus bagi representasi pendidik dan peserta didik madrasah se-Kecamatan Patikraja. Jumat (02/10)
Agenda besar ini digawangi langsung oleh jajaran pengurus KKM MI Kecamatan Patikraja yang bertindak sebagai panitia pelaksana. Ketua KKM MI Patikraja sekaligus Ketua Panitia, Trisni Harini, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan ikhtiar kolektif yang didanai secara swadaya.
"Pelatihan ini sengaja didesain khusus secara mandiri untuk menyasar para guru UKS serta kader siswa pilihan dari kelas 4 dan 5 yang mewakili 10 MI di wilayah Kecamatan Patikraja. Kami berharap lewat forum ini, lahir agen-agen perubahan yang siap mengawal iklim kesehatan di madrasah masing-masing," terang Trisni Harini.
Untuk mengoptimalkan serapan materi, panitia membagi lokasi pembelajaran menjadi dua zona. Pelatihan bagi para kader Dokter Kecil bertempat di ruang kelas lantai bawah, sementara ruang lantai atas dialokasikan khusus untuk pendalaman materi para Guru UKS. KKM MI Patikraja menggandeng langsung tim medis profesional, terdiri dari dokter dan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Patikraja, sebagai pemateri utama.
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Pengawas Madrasah Kemenag Banyumas, Siti Nurkhasanah. Dalam pidato arahannya, beliau menekankan bahwa pembentukan Dokter Kecil bukan sekadar aktivitas pendukung medis, melainkan pengejawantahan dari pendidikan karakter yang terintegrasi dalam kegiatan kokurikuler melalui pendekatan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Beliau membedah pendekatan tersebut ke dalam konsep Panca Cinta:
1. Cinta Allah dan Rasulullah: Menjadi dokter kecil adalah manifestasi ibadah nyata. Menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman. Saat seorang dokter kecil mengingatkan temannya untuk mencuci tangan, ia tengah mengimplementasikan cinta kepada Allah dengan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW yang mencintai kesucian.
2. Cinta Diri dan Sesama: Seorang kader harus mencintai dirinya terlebih dahulu melalui penerapan hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga, sebelum kemudian membagikan cinta tersebut untuk menolong sesama teman yang sakit atau terluka.
3. Cinta Ilmu: Peran ini menuntut siswa untuk terus menyerap pengetahuan praktis medis, mulai dari teknik antropometri (mengukur tinggi dan berat badan), tata cara cuci tangan yang higienis, hingga penanganan pertama pada luka ringan.
4. Cinta Alam dan Lingkungan: Kesehatan anak tidak terpisahkan dari kesehatan ekosistemnya. Dokter kecil memikul tanggung jawab menjaga sanitasi madrasah, melakukan pemberantasan jentik nyamuk, serta memilah sampah demi mewujudkan ruang belajar yang aman dan nyaman.
5. Cinta Tanah Air: Fondasi Indonesia yang hebat di masa depan bersandar pada ketahanan fisik generasi penerusnya. Melalui kontribusi kecil di lingkungan madrasah, para dokter kecil sesungguhnya sedang mengambil peran makro dalam membangun bangsa yang kuat.
Setelah pemaparan orientasi pengawasan yang komprehensif tersebut, seluruh rangkaian pelatihan resmi dibuka secara simbolis dengan pelafalan kalimat Basmalah bersama yang diiringi oleh gemuruh tepuk tangan antusias dari seluruh peserta dan undangan yang hadir. _iah_
