Keikhlasan Menerima Kekurangan Pasangan
✍️ KUA JATILAWANGBanyumas — Dalam suasana yang hening namun sarat makna di KUA Jatilawang, sebuah pertemuan sederhana menjadi
Banyumas — Dalam suasana yang hening namun sarat makna di KUA Jatilawang, sebuah pertemuan sederhana menjadi
Banyumas — Dalam suasana yang tenang dan penuh harapan di KUA Jatilawang, sebuah pertemuan bermakna berlangsung
Banyumas - Sebanyak 30 calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pra nikah yang
Banyumas — Di Balai Nikah KUA Jatilawang, sebuah pertemuan yang sarat makna berlangsung dengan penuh keteduhan.
Banyumas - Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang Muhammad Asyhadi memberikan Bimbingan Perkawinan (Binwin) kepada
Banyumas — Di Balai Nikah KUA Jatilawang, suasana penuh keteduhan menyelimuti sebuah pertemuan yang sarat makna.
Banyumas — Dalam suasana yang tenang dan penuh harap di KUA Jatilawang, sebuah pertemuan sederhana namun sarat
Banyumas — Di Balai Nikah KUA Jatilawang, sebuah percakapan penuh harap dan kebijaksanaan berlangsung dengan
Banyumas - Dalam setiap pernikahan, peran wali sangatlah penting. Namun, tidak jarang dalam perjalanan menuju hari
Banyumas - Ditengah suasana Ramadan yang penuh berkah, Ning Zulaekha menunjukkan semangat luar biasa dengan mengemas
Banyumas - Sumarsono dan Wagiyah adalah dua insan yang tak pernah menyangka bahwa jalur hidup mereka akan bertemu
Banyumas - Dalam proses pernikahan, kelengkapan berkas nikah menjadi hal yang sangat penting. Galik Lukman Hakim,
Purwokerto – Dalam upaya sinkronisasi data umat dan aset keagamaan, Penyuluh Agama Islam Purwokerto Timur,
Banyumas - Faiz dan Pipit mengikuti bimbingan calon pengantin (bimwin) yang diselenggarakan oleh KUA Kemranjen. Dalam
Purwokerto – Memasuki pengujung bulan suci Ramadan 1447 H, keluarga besar KUA Purwokerto Timur menggelar kegiatan