Kepekaan & Kepedulian Kemenag Banyumas Menyalakan Semangat Sohibul Musibah
Kemenag Banyumas Mengetuk Hati, Harapan Tumbuh di Rumah Korban Kebakaran BANYUMAS — Api telah padam, namun bara kepedulian justru menyala. Selasa (01/09/2026), Kementerian Agama Kabupaten Banyumas hadir langsung menyapa keluarga Djarwoto, juru parkir asal Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, yang rumahnya dilalap api. Rombongan Kemenag Banyumas diantar Kepala MI Ma’arif NU 01 Pangebatan, Nur Khasanah, menuju lokasi. Kehadiran rombongan dipimpin Plt Kasubbag TU Kemenag Banyumas Naufal Iskandar mewakili Kepala Kantor Kemenag Banyumas, bersama Penyelenggara Zawa Saridin dan staf Gara Zawa. Bukan sekadar datang membawa bantuan, rombongan juga membawa doa dan semangat. Bantuan berupa uang tunai untuk kebutuhan operasional dan transportasi, dukungan bagi anak bungsu Djarwoto yang masih bersekolah di SMP Negeri 4 Karanglewas, serta kompor gas lengkap regulator dan selang diserahkan langsung kepada keluarga. Nur Khasanah mengaku terharu melihat cepatnya kepedulian Kemenag Banyumas. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi suntikan moral bagi keluarga Djarwoto agar tidak larut dalam kesedihan. “Saya sangat mengapresiasi dan terharu melihat kecepatan kepedulian Kemenag Banyumas. Mereka hadir memberikan doa, empati dan support semangat agar keluarga ini kuat menjalani kehidupan pascamusibah,” ujar Nur Khasanah. Ia juga meyakini, masih banyak tangan dermawan yang akan tergerak membantu membenahi rumah Djarwoto. “Saya sangat berterima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas beserta seluruh staf dan jajarannya atas semua doa dan empatinya kepada juru parkir di Pangebatan ini,” tegasnya. Djarwoto dan istrinya pun tak kuasa menyembunyikan rasa haru. “Alhamdulillahirabbil’alamin. Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Kemenag Banyumas dan semua pihak yang telah peduli serta membantu kami. Bantuan ini sangat berarti dan sangat kami butuhkan saat ini,” ungkapnya. Di tengah rumah yang masih menyisakan luka kebakaran, doa dan kepedulian menjadi cahaya baru. Satu rumah boleh terbakar, tetapi harapan sebuah keluarga jangan sampai ikut padam. Semoga setiap uluran tangan dibalas Allah SWT dengan kesehatan, keselamatan, kelapangan rezeki dan keberkahan. (Djarmanto-YF2DOI)
