Bimluh MT Ummu Muhammad Ulas Sejarah dan Keutamaan Puasa Asyura

Oleh KUA purwojati
SHARE

Banyumas – Majelis Taklim Ummu Muhammad menyelenggarakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan yang diikuti oleh jamaah dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Purwojati, Siti Mukaromah, sebagai pemateri. Selasa (23/06)

Dalam kajiannya, Siti Mukaromah, mengangkat tema “Kajian Historis dan Hadits Puasa Asyura.” Beliau menjelaskan bahwa puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Musa AS melaksanakan puasa pada hari tersebut.

Beliau juga menguraikan beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan keutamaan puasa Asyura. Di antaranya, puasa Asyura menjadi salah satu amalan sunnah yang memiliki keistimewaan besar dan dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram sebagai pembeda dengan tradisi puasa yang dilakukan oleh kaum Yahudi.

Dalam penyampaiannya, jamaah diajak untuk memahami hikmah di balik puasa Asyura, yaitu menumbuhkan rasa syukur, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat semangat menjalankan ibadah sunnah. Momentum bulan Muharram juga diharapkan menjadi sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan interaktif. Para jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian dan aktif dalam sesi diskusi. Melalui Bimluh ini diharapkan masyarakat semakin memahami sejarah, dasar hadis, serta keutamaan puasa Asyura sehingga termotivasi untuk mengamalkannya sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT