Hujan Deras Tak Surutkan Semangat, Penyuluh KUA Wangon Istiqamah Isi Kajian di MT Al-Huda Rawaheng
Wangon – Komitmen dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Kudrat, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon. Dengan penuh istiqamah, Kudrat tetap melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Al-Huda Desa Rawaheng, meskipun hujan deras menyebabkan kehadiran jamaah tidak maksimal. Kamis (05/11)
Kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan pengajian. Walaupun jumlah jamaah yang hadir lebih sedikit dibandingkan biasanya, kegiatan tetap berlangsung dengan penuh khidmat. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menuntut ilmu agama membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan keistiqamahan.
Kudrat menyampaikan bahwa keberlangsungan kegiatan pengajian jauh lebih penting daripada sekadar banyaknya jumlah peserta yang hadir. Menurutnya, setiap kesempatan untuk menyampaikan ilmu agama harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Hujan deras memang berpengaruh terhadap kehadiran jamaah, tetapi kegiatan mengaji harus tetap berjalan. Sedikit ataupun banyak yang hadir, yang penting kita tetap istiqamah belajar agama dan menjaga silaturahmi,” ungkap Kudrat.
Salah seorang jamaah MT Al-Huda Rawaheng mengapresiasi ketekunan penyuluh yang tetap hadir memberikan bimbingan meskipun cuaca sedang hujan deras. Jamaah merasa termotivasi untuk terus mengikuti pengajian. “Kami senang karena Pak Kudrat tetap hadir membimbing kami. Walaupun jamaah yang datang tidak sebanyak biasanya, pengajian tetap terlaksana. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan membawa keberkahan bagi kami,” tutur salah seorang jamaah.
Melalui kegiatan Bimluh yang dilaksanakan secara berkesinambungan, KUA Wangon terus berupaya mendekatkan layanan keagamaan kepada masyarakat hingga tingkat desa. Istiqamah dalam mengaji diharapkan mampu memperkuat pemahaman keislaman, meningkatkan kualitas ibadah, serta membangun kebersamaan antarjamaah. Sebab, keberkahan majelis ilmu tidak semata-mata diukur dari banyaknya orang yang hadir, tetapi juga dari kesungguhan dalam mencari ilmu dan mengamalkannya. (srf)
