Jangan Terlihat Saleh di Media Sosial Tetapi Lalai dalam Kehidupan Nyata, Intisari Pengajian Penyuluh di Masjid Baiturrohman
Jatilawang – Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, melaksanakan bimbingan penyuluhan agama di Masjid Baiturrohman dengan materi “Jangan Sampai Kita Terlihat Saleh di Media Sosial, tetapi Lalai dalam Kehidupan Nyata.” Materi ini mengajak jamaah merefleksikan makna kesalehan di tengah budaya digital yang kerap menjadikan penampilan sebagai ukuran keberagamaan. Kamis (05/11)
Dalam penyampaiannya, Muhammad Taubah mengingatkan bahwa kesalehan bukan sekadar terlihat melalui unggahan ayat suci, nasihat keagamaan, atau aktivitas ibadah di media sosial. Lebih dari itu, keimanan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, kejujuran, kepedulian, serta kesungguhan menjalankan perintah Allah SWT.
Ia mengajak jamaah menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan inspirasi kebaikan, bukan panggung pencitraan. Sebab, nilai sebuah amal tidak ditentukan oleh banyaknya tanda suka dan pujian manusia, melainkan oleh keikhlasan serta penerimaannya di hadapan Allah SWT.
Melalui bimbingan tersebut, jamaah diharapkan mampu membangun keselarasan antara kesalehan yang ditampilkan dan perilaku dalam kehidupan nyata. Sebab, agama tidak hanya mengajarkan manusia untuk tampak baik di hadapan sesama, tetapi sungguh-sungguh menjadi baik dalam kesunyian maupun keramaian.
