Jemaah Kloter 73 SOC Berziarah Tempat Bersejarah di Thaif, dan Umroh Sunah dengan Miqot Qarnul Manazil

Oleh HUMAS
SHARE

Thaif, Arab Saudi – Sebanyak dua bus jemaah dari Kloter 73 SOC mengikuti kegiatan umroh sunah yang diawali dengan perjalanan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Kota Thaif, Arab Saudi. Kegiatan ini didampingi oleh dua orang mutowwif serta tiga petugas PPIH Kloter 73 SOC. Rabu (10/06)

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua Kloter Dr. Dudiyono, Pembimbing Ibadah Ust. Sriyanto Rosyid, dan KH Fahruri. Selain itu, hadir pula Tenaga Kesehatan Amin Ghoni Ghofur serta pembimbing dari KBIHU, Ning Naufii.

Perjalanan dimulai dengan mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah di Thaif, di antaranya kawasan Gondala, masjid bersejarah, serta makam sahabat Nabi Muhammad, Abdullah bin Abbas RA. Kunjungan ini menjadi sarana edukasi sekaligus refleksi spiritual bagi para jemaah untuk mengenang perjalanan dakwah Rasulullah.

Kota Thaif memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perjalanan Islam. Di kota inilah Rasulullah pernah berdakwah setelah menghadapi tekanan dari kaum Quraisy di Makkah. Namun dakwah beliau mendapatkan penolakan, hinaan, dan perlakuan yang menyakitkan. Meski demikian, Rasulullah tetap menunjukkan kesabaran dan kasih sayang yang luar biasa dengan mendoakan kebaikan bagi penduduk Thaif.

Usai melaksanakan ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Qarnul Manazil untuk mengambil miqot dan mengenakan pakaian ihram sebagai persiapan melaksanakan umroh sunah. Qarnul Manazil merupakan salah satu miqot yang telah ditetapkan langsung oleh Rasulullah bagi penduduk Najd dan siapa saja yang melewati jalur tersebut menuju Makkah.

Pengambilan miqot di Qarnul Manazil memiliki makna yang mendalam bagi para jemaah. Selain sebagai tempat memulai ihram, lokasi ini juga mengingatkan umat Islam pada perjuangan, kesabaran, dan kasih sayang Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi perjalanan ibadah, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah.

Dengan mengenakan pakaian ihram dan melantunkan talbiyah, para jemaah memulai perjalanan spiritual menuju Baitullah dengan penuh kekhusyukan.

"Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syarika lak."

Melalui kegiatan umroh sunah ini, para jemaah diharapkan semakin memahami sejarah perjuangan Rasulullah serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga seluruh rangkaian ibadah yang dilaksanakan menjadi wasilah memperoleh ampunan, rahmat, dan keberkahan, serta meraih umroh yang mabrur. Aamiin.