KUA dan Pasar Wangon: Dua Pusat Aktivitas Masyarakat yang Saling Melengkapi
Oleh HUMAS
Banyumas - Pasar Wangon dan KUA Wangon menjadi dua pusat aktivitas masyarakat yang saling berdampingan dan melengkapi dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas jual beli di Pasar Wangon tampak ramai sejak pagi, seiring dengan pelayanan keagamaan dan administrasi yang berlangsung di KUA Wangon. Keberadaan keduanya menciptakan dinamika sosial yang khas di tengah masyarakat. Rabu (14/01/26)
Pasar Wangon menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat, tempat para pedagang dan pembeli berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, KUA Wangon hadir memberikan layanan keagamaan seperti pencatatan nikah, konsultasi, dan bimbingan masyarakat. Kedekatan lokasi ini memudahkan warga untuk mengakses berbagai layanan dalam satu kawasan.
Wardi, salah satu pedagang Pasar Wangon, mengungkapkan bahwa keberadaan KUA Wangon di sekitar pasar memberikan dampak positif. “Dengan adanya KUA di dekat pasar, suasana jadi lebih hidup. Banyak warga yang setelah ke pasar juga mengurus keperluan di KUA, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala KUA Wangon, Fairus Malaya. Ia menilai kedekatan KUA dengan Pasar Wangon mencerminkan keterkaitan antara kehidupan ekonomi dan sosial keagamaan masyarakat. “KUA hadir di tengah aktivitas masyarakat. Kedekatan dengan pasar justru menjadi pengingat bahwa pelayanan keagamaan harus membumi dan mudah dijangkau oleh semua lapisan,” tuturnya.
Keberadaan Pasar Wangon dan KUA Wangon yang berdampingan menunjukkan harmoni antara aktivitas ekonomi dan pelayanan keagamaan. Sinergi ini diharapkan terus terjaga sehingga keduanya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Wangon, baik dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi maupun penguatan kehidupan sosial dan keagamaan. (jhr)
